Gaya Hidup

Setiap Anak Berharga: Maristela Luncurkan Seri “Aku Spesial”

×

Setiap Anak Berharga: Maristela Luncurkan Seri “Aku Spesial”

Sebarkan artikel ini

Melalui dua buku, Zeka: Zebra Polkadot dan Arau: Nuri Bersuara Parau, Maristela mengajak anak, orang tua, dan pendidik memahami pentingnya penerimaan diri, menghargai perbedaan, serta menumbuhkan kepercayaan diri sejak usia dini.

SinarHarapan.id –Setiap anak lahir dengan keunikan yang tidak selalu langsung terlihat. Ada yang tumbuh dengan bakat yang mudah dikenali, ada pula yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk menemukan kelebihannya. Namun, di balik setiap perbedaan, setiap anak memiliki sesuatu yang berharga untuk dikenali, diterima, dan dikembangkan.

Pesan inilah yang dihadirkan Maristela melalui seri buku anak Aku Spesial, yang diluncurkan dalam rangkaian Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Peluncuran tersebut menghadirkan dua buku, yakni Zeka: Zebra Polkadot dan Arau: Nuri Bersuara Parau. Melalui kisah para tokoh hewan yang memiliki ciri berbeda dari lingkungan sekitarnya, Maristela mengajak anak-anak memahami bahwa menjadi berbeda bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan, melainkan bagian dari keunikan diri yang patut dihargai.

Dalam Zeka: Zebra Polkadot, pembaca diajak mengenal Zeka, seekor zebra yang memiliki corak polkadot, berbeda dari zebra lain yang umumnya bercorak loreng. Zeka mempertanyakan keunikannya dan berusaha mencari bakat yang dapat membuat dirinya istimewa. Kisah ini membawa anak-anak pada pertanyaan sederhana, tetapi mendasar: apakah seseorang harus sama dengan orang lain untuk menjadi berharga?

Adapun Arau: Nuri Bersuara Parau bercerita tentang seekor nuri yang memiliki suara berbeda dari burung-burung lainnya. Suara Arau membuat burung lain merasa terganggu, hingga ia menghadapi kesulitan untuk diterima oleh lingkungannya. Melalui kisah ini, anak-anak diajak melihat bagaimana perbedaan dapat memengaruhi hubungan sosial, sekaligus belajar memahami dan menghargai orang lain.

Kedua cerita tersebut mengangkat pengalaman yang dekat dengan kehidupan anak-anak: keinginan untuk diterima, perasaan tidak percaya diri ketika berbeda, serta kebutuhan untuk menemukan ruang yang memungkinkan mereka bertumbuh tanpa harus kehilangan jati diri.

Bagi Maristela, penulis buku anak internasional sekaligus spesialis pendidikan anak usia dini (Early Childhood Education Specialist), setiap anak memiliki kebaikan, bakat, kejeniusan, dan keunikan masing-masing. Karena itu, anak perlu mendapatkan ruang untuk mengenali dirinya, membangun kepercayaan diri, dan tumbuh dengan keyakinan terhadap potensi yang dimilikinya.

 

Melalui seri Aku Spesial, Maristela tidak hanya menghadirkan cerita untuk dinikmati anak-anak, tetapi juga membuka ruang percakapan antara anak, orang tua, dan pendidik tentang penerimaan diri, empati, serta penghargaan terhadap perbedaan sejak usia dini.

Cerita-cerita ini mengingatkan bahwa dukungan terhadap anak tidak selalu harus dimulai dengan pujian atas prestasi atau kemampuan yang menonjol. Terkadang, hal yang paling dibutuhkan anak adalah kesempatan untuk menjadi dirinya sendiri, didengarkan tanpa dihakimi, dan diyakinkan bahwa dirinya tetap berharga meskipun tidak sama dengan orang lain.

Nilai tersebut juga relevan bagi orang tua dan pendidik. Dalam proses mendampingi anak, membandingkan kemampuan atau perkembangan dengan anak lain dapat membuat keunikan individu terabaikan. Sebaliknya, membantu anak mengenali kekuatan dirinya dan memahami perbedaan orang lain dapat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri dan empati.

Karya Maristela telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan dibaca di sejumlah negara. Melalui seri Aku Spesial, ia membawa pesan bahwa setiap anak berhak tumbuh dengan keyakinan sederhana, tetapi bermakna: aku berharga, aku unik, aku spesial.

Peluncuran kedua buku tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan bacaan anak yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membuka percakapan mengenai pembentukan karakter dan perkembangan emosional anak.

Sebab, pada akhirnya, tujuan mendampingi anak bukanlah menjadikan mereka sama dengan orang lain. Lebih dari itu, orang dewasa memiliki peran untuk membantu setiap anak mengenali siapa dirinya, menghargai keunikannya, dan menemukan keberanian untuk tumbuh menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.