SinarHarapan.id-Suasana Balai Pekon Talang Padang, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Rabu (14/10/2026), tampak berbeda. Warga berkumpul mengikuti sosialisasi Program Bangga Kencana. Mereka mendengar langsung arahan anggota Komisi IX DPR RI Rahmawati Herdian dan Kepala Perwakilan BKKBN Lampung Soetriningsih. Sejumlah ibu tampak serius menyimak.
Kegiatan itu menjadi ruang edukasi bagi keluarga agar memahami perencanaan kehamilan, pemenuhan gizi, dan pengasuhan anak sejak dini. Pencegahan stunting ditempatkan sebagai agenda utama karena berkaitan erat dengan kualitas generasi bangsa di masa depan yang tengah berjuang menurunkan angka kekerdilan di wilayah Kabupaten Tanggamus kini.
Soetriningsih menegaskan periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi fondasi penting. Masa itu dimulai sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada rentang tersebut, asupan nutrisi ibu dan anak harus dijaga agar pertumbuhan fisik serta perkembangan otak berlangsung optimal sejak dini bagi setiap keluarga di daerah.

Ia juga menyoroti paparan asap rokok di rumah sebagai faktor lingkungan yang perlu dihindari. Edukasi mengenai risiko kehamilan harus diperkuat secara berkelanjutan. BKKBN memperkenalkan konsep 4T: terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kehamilan, dan terlalu banyak anak dalam keluarga agar keputusan keluarga lebih bijak.
Baca juga :BKKBN dan Komisi IX Turun ke Bandarlampung, Ajak Warga Kendalikan Penduduk lewat 3 T
Pemahaman risiko itu diharapkan membantu pasangan mengambil keputusan kehamilan dengan mempertimbangkan kesehatan dan kesiapan keluarga. Kontrasepsi menjadi salah satu sarana mengatur jarak kelahiran. Orang tua pun dapat mempersiapkan makanan bergizi, pendidikan, pengasuhan, dan perhatian emosional bagi anak sejak masa perencanaan keluarga awal.
Soetriningsih menuturkan usia ideal menikah bagi perempuan 21 tahun dan laki-laki 25 tahun. Kesiapan menikah perlu dilihat dari aspek kesehatan, kematangan mental dan psikologis, pendidikan, serta kondisi sosial ekonomi. Rekomendasi itu menjadi bagian dari pembangunan keluarga berkualitas di setiap daerah agar generasi baru lebih siap.
BKKBN menjalankan sejumlah program kebutuhan keluarga lintas tahap kehidupan. Program Tamasya menyediakan penitipan anak terstandarisasi dan tersertifikasi. Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting mendorong dukungan keluarga berisiko stunting. BKKBN mendukung Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, menyusui, dan balita setempat melalui kader dan pendamping setempat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tanggamus Luberto Fabioca menyoroti delapan fungsi keluarga: agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi, ekonomi, dan lingkungan. Fungsi cinta kasih menekankan keterlibatan ayah dan ibu dalam pengasuhan. Fungsi perlindungan mencakup keamanan fisik dan ketenangan psikologis anggota keluarga di rumah ini dalam kehidupan keluarga sehari-hari nyata.
Menurut Luberto, penerapan fungsi keluarga membantu membentuk individu berkualitas dan lingkungan lebih positif. Fungsi ekonomi mendorong dukungan antaranggota agar kebutuhan dasar terpenuhi. Fungsi lingkungan mengajarkan kebersihan dan pembangunan tempat tinggal sehat. Koordinasi pemerintah, pendamping, dan masyarakat memastikan intervensi tepat sasaran di tingkat masyarakat luas kini.
Sosialisasi Bangga Kencana di Tanggamus menegaskan keluarga sebagai garda depan pencegahan stunting. Edukasi gizi, kontrasepsi, pengasuhan, kesiapan berkeluarga harus berjalan beriringan. Kerja sama pemerintah pusat, daerah, mitra, dan masyarakat diharapkan memperkuat ketahanan keluarga serta melahirkan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia emas lebih baik.


