Ekonomi

Dari Dapur Rumahan Menembus Pasar Digital, Yayasan Astra – YDBA Dampingi Abon Ksatria Naik Kelas

×

Dari Dapur Rumahan Menembus Pasar Digital, Yayasan Astra – YDBA Dampingi Abon Ksatria Naik Kelas

Sebarkan artikel ini

Yayasan Astra melalui YDBA mendampingi Tri Rahayu mengembangkan Abon Ksatria, dari usaha rumahan di Solo hingga meraih omzet Rp50 juta per bulan dan menembus pasar digital.

SinarHarapan.id – Berawal dari usaha keluarga pada 1999, Tri Rahayu Amperawati mengembangkan Abon Ksatria menjadi salah satu merek abon sapi yang dikenal di Kota Solo. Saat itu, ia melihat peluang dari produk olahan daging sapi yang belum banyak dilirik sebagai usaha utama.

Awalnya, Tri hanya menjual abon dan dendeng buatan ibunya. Namun, rasa ingin tahu mendorongnya untuk belajar memproduksi sendiri hingga akhirnya terjun langsung pada 2001. Perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Berbagai tantangan dan pengalaman jatuh bangun justru menjadi bekal bagi Tri untuk terus mengembangkan usahanya.

Seiring berjalannya waktu, Tri menyadari bahwa mempertahankan usaha tidak cukup hanya dengan mengandalkan cita rasa produk. Pengelolaan bisnis, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi menjadi aspek penting untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Untuk memperkuat fondasi bisnisnya, Tri aktif mengikuti berbagai program pembinaan dari Yayasan Astra – YDBA. Berbagai pelatihan yang diikutinya, mulai dari basic mentality, pendampingan budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin), hingga personal branding, memberikan wawasan baru dalam mengelola usaha secara lebih profesional.

Salah satu perubahan yang diterapkan Tri bersama tim adalah budaya kerja 5R dalam kegiatan produksi. Melalui pendampingan Yayasan Astra – YDBA, ia mulai membangun kebiasaan kerja yang lebih teratur, menjaga kebersihan lingkungan produksi, serta menata peralatan agar aktivitas operasional berjalan lebih efektif.

Penerapan budaya kerja tersebut tidak hanya mendukung efisiensi, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman bagi karyawan. Konsistensi Tri dalam menerapkan 5R membuahkan hasil ketika Abon Ksatria berhasil meraih Juara 1 Lomba 5R Yayasan Astra – YDBA pada 2022. Pencapaian ini menjadi bukti dari komitmennya dalam membangun usaha dengan tata kelola yang semakin baik.

Selain membenahi proses produksi, Tri juga melihat pentingnya mengikuti perubahan perilaku konsumen. Pada 2020, ia mulai memasarkan Abon Ksatria melalui platform digital, termasuk Instagram, untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Strategi tersebut membuka peluang bagi produknya untuk dikenal oleh konsumen di luar Solo. Kini, sekitar 60 persen pelanggan Abon Ksatria berasal dari jalur digital, dengan jangkauan pasar meliputi Jabodetabek, Bali, Sumatra, hingga Kalimantan. Pemanfaatan media sosial menjadi salah satu langkah penting dalam memperkenalkan produk lokal sekaligus membangun hubungan dengan pelanggan di berbagai daerah.

Dari usaha rumahan yang dirintis lebih dari dua dekade lalu, Abon Ksatria kini mampu mencatatkan omzet sekitar Rp50 juta per bulan. Perjalanan Tri menunjukkan bahwa pertumbuhan UMKM membutuhkan ketekunan, kemauan belajar, serta keberanian untuk melakukan perubahan.

Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, Yayasan Astra – YDBA turut memberikan bekal bagi Tri dalam memperkuat fondasi bisnisnya. Kisah Abon Ksatria menjadi gambaran perjalanan UMKM lokal yang terus berbenah, memadukan cita rasa khas Solo dengan pengelolaan usaha yang lebih profesional, serta memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau pasar yang semakin luas.