SinarHarapan.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Indonesia di tingkat internasional. Dua tim mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB University) dan Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang berhasil menembus babak final Developing Solutions for Developing Countries (DSDC) Product Development Competition, salah satu kompetisi inovasi pangan paling bergengsi dalam ajang IFT FIRST (Food Improved by Research, Science, and Technology) Annual Event and Expo 2026 yang berlangsung di McCormick Place Convention Center, Chicago, Amerika Serikat, pada 12–15 Juli 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian yang istimewa mengingat pada penyelenggaraan tahun ini hanya enam tim dari empat negara yang berhasil lolos ke babak final, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa kualitas riset, inovasi, dan kreativitas mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan talenta terbaik dunia.

Para finalis Indonesia mempresentasikan hasil riset mereka di hadapan dewan juri internasional, akademisi, peneliti, dan pelaku industri pangan global. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Institute of Food Technologists Student Association (IFTSA) dengan dukungan Cargill tersebut bertujuan mendorong lahirnya solusi inovatif bagi persoalan ketahanan pangan, gizi, dan keberlanjutan di negara-negara berkembang.
Tim dari IPB University menghadirkan inovasi pemanfaatan limbah pohon sagu menjadi Papeda kemasan, sebuah produk pangan yang tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Maluku Utara.

Adapun tim dari Soegijapranata Catholic University mengembangkan inovasi bihun kemasan berbahan dedak dan limbah kedelai (okara). Produk tersebut menawarkan solusi pemanfaatan limbah pangan sekaligus mendukung pengembangan pangan yang lebih berkelanjutan di Indonesia.
Keikutsertaan dalam IFT FIRST 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk membangun jejaring internasional dengan peneliti, akademisi, pelaku industri, hingga perusahaan-perusahaan pangan terkemuka dunia. Mereka mengikuti berbagai sesi ilmiah, diskusi, pameran teknologi, dan kegiatan networking yang mempertemukan ribuan profesional dari berbagai negara.

IFT FIRST sendiri merupakan salah satu forum paling bergengsi di bidang ilmu dan teknologi pangan yang setiap tahun menghadirkan berbagai inovasi yang akan membentuk masa depan sistem pangan global. Pada penyelenggaraan tahun ini, sejumlah perusahaan multinasional seperti Cargill, Kraft Heinz, Mondelez International, Ingredion, Bunge, General Mills, Coca-Cola, Danone, Ferrero, Hershey, Kellanova, dan Conagra Brands turut berpartisipasi, sehingga memberikan kesempatan luas bagi para mahasiswa untuk mengenal perkembangan industri sekaligus membuka peluang kolaborasi riset maupun karier di masa depan.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Chicago memberikan dukungan dan pendampingan kepada delegasi Indonesia selama mengikuti kompetisi. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen KJRI dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus memperkenalkan talenta nasional di tingkat global.

KJRI Chicago berharap keberhasilan dua tim mahasiswa tersebut dapat menginspirasi semakin banyak pemuda-pemudi Indonesia untuk berani membawa hasil riset dan inovasinya ke forum internasional. Selain mengharumkan nama bangsa, pengalaman berkompetisi di tingkat dunia juga menjadi modal penting dalam membangun kolaborasi global serta memperkuat daya saing Indonesia di sektor pangan, sains, dan teknologi.
Prestasi para mahasiswa ini membuktikan bahwa generasi muda Indonesia tidak hanya mampu menciptakan inovasi yang relevan dengan tantangan dunia, tetapi juga siap menjadi bagian dari solusi global bagi masa depan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
(Sumber: KJRI Chicago)











