SinarHarapan.id – Indonesia memperluas diplomasi ekonominya di Amerika Serikat dengan membangun kemitraan langsung dengan Negara Bagian Illinois. Kedua pihak menandatangani Statement of Mutual Cooperation (SMC) yang membuka peluang kerja sama di bidang perdagangan, investasi, teknologi, riset, manufaktur maju, pertanian, dan pengembangan sumber daya manusia.
Kesepakatan tersebut menjadi tonggak baru karena merupakan kerja sama formal pertama antara Pemerintah Indonesia dan salah satu dari 50 negara bagian di Amerika Serikat.
Pernyataan Kemitraan ditandatangani Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI Grata Endah Werdaningtyas dan Gubernur Illinois J.B. Pritzker di Chicago. Penandatanganan disaksikan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo, Konsul Jenderal RI Chicago Trisari Dyah Paramita, serta pejabat pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, dan perwakilan diaspora Indonesia.

Bagi Indonesia, kemitraan dengan Illinois menjadi upaya memperkuat diplomasi yang tidak hanya berfokus pada pemerintah federal AS, tetapi juga menjangkau pemerintah negara bagian yang memiliki kekuatan ekonomi dan teknologi.
Illinois sendiri dikenal sebagai salah satu basis penting industri, riset, pendidikan, dan inovasi di Amerika Serikat.
“Penandatanganan Pernyataan Kemitraan ini merupakan langkah penting untuk melengkapi diplomasi Pemerintah Indonesia di tingkat Federal melalui penguatan kemitraan langsung dengan pemerintah negara bagian,” ujar Grata.
Ia berharap kesepakatan tersebut tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi segera diterjemahkan menjadi proyek-proyek konkret yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.
Bidang Kerja Sama Diperluas
Melalui SMC, Indonesia dan Illinois akan mendorong kolaborasi yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, lembaga penelitian, dan perguruan tinggi.

Ruang lingkupnya mencakup perdagangan dan investasi, manufaktur maju, pertanian, inovasi dan teknologi, penelitian dan pengembangan, serta pengembangan sumber daya manusia.
Indonesia juga mendorong terbentuknya kemitraan industri, riset bersama, pertukaran tenaga ahli, pengembangan talenta, serta kolaborasi antara universitas dan lembaga penelitian dengan sektor industri.
Sejumlah kerja sama konkret bahkan mulai dijajaki sebagai tindak lanjut kesepakatan tersebut.
Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo mengatakan, Indonesia akan menjajaki riset bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Northwestern University, dan Northern Illinois University untuk bidang energi bersih, manufaktur maju, serta Machine Making Machine (3M).
Selain itu, terdapat peluang kolaborasi riset dan inovasi komoditas kedelai dengan Soy Excellence Center dan University of Illinois Urbana-Champaign.
Kerja sama juga akan diarahkan pada pemrosesan mineral kritis dan logam tanah jarang bersama Argonne National Laboratory, serta pengembangan hubungan bisnis antara perusahaan Indonesia dan Illinois.
“Sebagai tindak lanjut penandatanganan Pernyataan Kemitraan ini, dalam waktu dekat akan dijajaki berbagai kerja sama konkret,” kata Indroyono.
Didorong Jadi Model Kerja Sama Baru
Gubernur Illinois J.B. Pritzker menyambut baik kemitraan dengan Indonesia. Menurutnya, kerja sama tersebut dapat membuka peluang bagi terciptanya pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bersama melalui peningkatan perdagangan, investasi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Selanjutnya, Indonesia dan Illinois akan menentukan sektor prioritas, fokus kerja sama, dan proyek unggulan untuk memastikan implementasi SMC menghasilkan capaian yang terukur dan memberikan manfaat bagi kedua pihak.
Pemerintah Indonesia berharap kemitraan dengan Illinois dapat menjadi model untuk membangun kerja sama serupa dengan negara-negara bagian AS lainnya yang memiliki keunggulan ekonomi dan teknologi serta sejalan dengan prioritas pembangunan nasional.
(Sumber: KJRI Chicago)










