SinarHarapan.id-Kilau emas bukan hanya memikat mata, tetapi juga menggerakkan roda bisnis. PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VIII Jakarta 1 mencatat pertumbuhan bisnis yang solid hingga semester pertama, mencapai 22,6 persen dengan laba menembus Rp1,1 triliun.
Angka tersebut bukan sekadar statistik. Pertumbuhan ini lahir dari meningkatnya minat masyarakat terhadap emas, baik melalui tabungan, pembiayaan, maupun berbagai layanan berbasis logam mulia yang kini menjadi primadona di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Wilayah kerja Kanwil VIII Jakarta 1 membentang luas, meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Bogor, hingga Bekasi. Di balik capaian ini, ada lima deputi bisnis area yang menggerakkan strategi, mulai dari Senen, Jatiwaringin, Bogor, Kramatjati, hingga Bekasi.
Kepala Bidang Kanwil VIII Jakarta 1, Dede Kurniawan, menyebut kinerja positif ini sebagai buah dari kepercayaan masyarakat. Ia menegaskan, kenaikan harga emas menjadi katalis utama yang mendorong aktivitas jual beli dan pembiayaan di wilayah tersebut.(23/9)
Saat ini, sekitar 2,47 juta nasabah tercatat aktif, terdiri dari nasabah pembiayaan dan pengguna tabungan emas. Jumlah itu menjadikan Kanwil VIII sebagai salah satu lumbung pertumbuhan Pegadaian, dengan potensi pasar yang masih sangat besar untuk digarap.
Pegadaian pun bertransformasi. Jika dulu identik dengan gadai, kini perusahaan mengembangkan layanan cicilan emas, pembiayaan modal kerja, hingga pembiayaan haji dengan jaminan emas. Skema ini menyasar usia produktif yang ingin berangkat haji sejak dini.

Digitalisasi menjadi kunci. Aplikasi Pegadaian Digital memungkinkan masyarakat membeli dan menabung emas mulai dari nominal terjangkau. Saldo emas dapat dipantau secara digital, menghilangkan kekhawatiran menyimpan emas fisik di rumah. Penggunanya kini mencapai 5,4 juta orang.
Ekosistem emas dibangun melalui empat pilar: tabungan emas, titip emas, pinjaman modal kerja berbasis emas, dan perdagangan emas batangan melalui Galeri 24. Sinergi ini mempertemukan masyarakat yang ingin berinvestasi dengan pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan.
Di sisi lain, literasi keuangan menjadi perhatian serius. Ichvan Ramdhani, Deputi Bisnis Area Jatiwaringin, menegaskan edukasi tidak menunggu Bulan Inklusi Keuangan. Sejak Januari, pihaknya aktif masuk kampus untuk mengedukasi generasi muda soal perencanaan keuangan dan risiko pinjaman ilegal.
Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, Pegadaian menyediakan KmGadai Peduli dengan pinjaman hingga Rp2,5 juta tanpa bunga. Ada pula pembiayaan mikro syariah tanpa agunan hingga Rp10 juta. Semua tetap melalui verifikasi ketat untuk menjaga kualitas pembiayaan.
Ke depan, Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 ingin memperkuat ekosistem emas yang menghubungkan masyarakat, pelaku usaha, dan investor. Dengan digitalisasi dan edukasi, pertumbuhan bisnis diharapkan berjalan seiring inklusi keuangan yang semakin luas dan merata.





