SinarHarapan.id – Indonesia dan Norwegia mempertegas komitmen untuk memperluas kemitraan di bidang pembangunan berkelanjutan melalui penguatan kerja sama pada sektor lingkungan, akuakultur, transisi energi, dan perlindungan hutan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral Menteri Luar Negeri RI Sugiono dengan Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide di sela-sela Pertemuan ke-59 ASEAN Foreign Ministers’ Meeting, Post-Ministerial Conferences and Related Meetings (AMM-PMC) di Manila, Filipina.
Dalam pertemuan itu, kedua menteri menyoroti pentingnya memperkuat kolaborasi ekonomi hijau yang mampu mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dorong Investasi dan Teknologi Ramah Lingkungan
Di sektor ekonomi, Indonesia dan Norwegia sepakat meningkatkan kerja sama di bidang akuakultur melalui pengembangan teknologi serta penerapan praktik perikanan yang berkelanjutan.
Selain itu, kedua negara juga membahas peluang mempererat kemitraan dalam transisi energi, termasuk mendukung agenda kemandirian energi dan pupuk nasional.
Menlu Sugiono menegaskan bahwa Indonesia membuka ruang yang lebih luas bagi kerja sama investasi, inovasi, dan pengembangan teknologi bersama Norwegia untuk mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau.
“Indonesia terus mendorong kerja sama investasi, inovasi, dan juga pengembangan teknologi dengan Norwegia,” ujar Sugiono.
Perkuat Kemitraan Kehutanan
Dalam kesempatan tersebut, Menlu Sugiono juga menyampaikan apresiasi atas kemitraan Indonesia dan Norwegia di sektor kehutanan yang selama ini dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap perlindungan hutan serta upaya mitigasi perubahan iklim.
Kedua negara turut membahas peluang pemanfaatan lisensi citra satelit (satellite imagery license) guna mendukung pemantauan kawasan hutan, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta pengambilan kebijakan berbasis data.
Menlu Espen Barth Eide menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam upaya global menghadapi perubahan iklim karena perannya sebagai salah satu kawasan hutan tropis terbesar di dunia.
Dukung Reformasi Sistem PBB
Selain isu lingkungan dan ekonomi hijau, kedua menteri juga bertukar pandangan mengenai pentingnya memperkuat sistem multilateralisme di tengah berbagai tantangan global.
Indonesia dan Norwegia sepakat mendukung reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar organisasi tersebut semakin responsif, efektif, dan mampu menjawab dinamika dunia yang terus berkembang.
Menutup pertemuan, Menlu Sugiono menegaskan bahwa Indonesia akan terus mendorong reformasi multilateralisme yang komprehensif sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola global dan menciptakan kerja sama internasional yang lebih inklusif.
Pertemuan bilateral ini menegaskan eratnya hubungan Indonesia dan Norwegia sebagai mitra strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, aksi iklim, serta penguatan ekonomi hijau yang memberikan manfaat bagi kedua negara maupun masyarakat internasional.











