Nasional

Menkes Buka Pameran IndoHealthcare 2026, 9 Negara Siap Kolaborasi

×

Menkes Buka Pameran IndoHealthcare 2026, 9 Negara Siap Kolaborasi

Sebarkan artikel ini
Budi Gunadi Resmikan Pameran Kesehatan, Teknologi Medis Makin Canggih.(Doc : Redaksi)
Budi Gunadi Resmikan Pameran Kesehatan, Teknologi Medis Makin Canggih.(Doc : Redaksi)

SinarHarapan.id-Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menggunting pita merah. Tanda itu sekaligus membuka resmi IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026. Di hari pertama, Selasa (5/8), pameran ke-16 ini langsung dipadati pengunjung.

Tahun ini, sebanyak 60 perusahaan dari sembilan negara berpartisipasi. Mereka berasal dari China, Singapura, Korea Selatan, India, hingga Jerman. Ada pula Malaysia, Pakistan, Jepang, dan tentu Indonesia sebagai tuan rumah. Masing-masing membawa teknologi kesehatan terkini.

Daud D. Salim selaku CEO Krista Exhibitions Group menyebut pameran ini bukan sekadar etalase produk. “Ini wadah kolaborasi nyata bagi seluruh pemangku kepentingan industri alat kesehatan,” ujarnya. Dari produsen, distributor, hingga regulator, semua tersambung di sini.

Beragam alat canggih dipamerkan, mulai dari diagnostik presisi hingga peralatan laboratorium modern. Perangkat medis berteknologi tinggi dan solusi digital untuk telemedicine juga turut memeriahkan area pameran seluas puluhan ribu meter persegi tersebut.

Para pengunjung dapat menyaksikan langsung bagaimana inovasi berbasis digital mendukung layanan jarak jauh. Produk-produk ini dinilai krusial mengingat transformasi kesehatan Indonesia sedang berlangsung cepat. Adopsi teknologi menjadi kunci utama peningkatan kualitas layanan.

Baca juga : Targetkan 15 Ribu Pengunjung, Pameran Indohealthcare GAKESLAB Expo 2025 Resmi Dibuka

Selain pameran, panitia menyiapkan program edukatif padat. Seminar, talkshow, dan workshop hadir setiap hari. Hadir pula presentasi dari industri dan sesi khusus bersama para ahli di bidang laboratorium dan kedokteran gigi.

Narasumber kompeten dihadirkan dari berbagai institusi strategis. Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perindustrian mengirimkan perwakilannya. Hadir pula Cellcure by Dr. Terawan serta akademisi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran.

Kerja sama dengan PT Sysmex Indonesia dan Lembaga Diklat PATELKI turut memeriahkan acara. Mereka menggelar Workshop Nasional bertajuk “In-Depth XN-L Series Hematology Analyzer User Training Class”. Peserta pun mendapatkan pengalaman teknis berharga dari pelatihan ini.

Dari Diagnostik hingga Telemedicine, IndoHealthcare Tawarkan Solusi Kekinian.(Doc : Redaksi)
Dari Diagnostik hingga Telemedicine, IndoHealthcare Tawarkan Solusi Kekinian.(Doc : Redaksi)

Bakti sosial pemeriksaan gigi gratis juga tersedia di booth PDGI. Sekitar 170 dokter gigi mengikuti talkshow dan webinar yang dilanjutkan usai sesi tatap muka. Mereka pun berkesempatan memperoleh Satuan Kredit Profesi atau SKP sebagai tambahan kompetensi.

Sesi menarik lain datang dari Dr. Anthony Toh asal Singapura. Ia membawakan Home of Authentic Shaolin Traumatology yang memukau peserta. Sementara itu, tim FKG Unpad menyajikan presentasi ilmiah tentang temuan mutakhir di dunia kedokteran gigi.

Tak ketinggalan, program business matching dan hosted buyers digelar khusus. Tujuannya mempertemukan produsen dan distributor dengan jaringan ritel modern secara terarah. Ini membuka peluang besar bagi terciptanya kemitraan strategis berkelanjutan.

Daud berharap pameran ini mampu mempercepat transfer teknologi antarnegara. Ia juga optimistis jejaring bisnis yang terbangun akan mendorong kemandirian industri alkes Indonesia. Daya saing global pun perlahan dapat ditingkatkan dari ajang tahunan ini.

Para pelaku industri, tenaga kesehatan, hingga investor dipersilakan hadir. Pameran berlangsung hingga 7 Agustus 2026 di JIExpo Kemayoran. Mereka dapat mendaftar secara online melalui laman resmi yang telah disediakan panitia penyelenggara.

Pengunjung punya kesempatan mengeksplorasi inovasi, mengikuti forum ilmiah, serta membangun relasi bisnis. Semua agenda dirancang untuk mendukung kemajuan sistem kesehatan nasional. Transformasi kesehatan diyakini semakin nyata lewat kolaborasi semacam ini.

Pameran ini menjadi momentum penting bagi adopsi teknologi kesehatan terkini di Indonesia. Investasi dan kemitraan bisnis yang lebih luas pun terbuka lebar. Harapannya, industri alkes dalam negeri semakin tangguh dan berdaya saing tinggi di kancah global.