3 October 2023

Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf Munas dan Konbes NU di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (18/9). (Foto: PBNU)

SinarHarapan.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan komitmen yang kuat untuk mencapai akselerasi transformasi teknologi digital pada 2024. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya PBNU untuk memodernisasi organisasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat luas.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan NU harus bergerak cepat dalam menghadapi perubahan teknologi dan mengintegrasikan digitalisasi dalam berbagai aspek kehidupan organisasi.

Kiai yang kerap disapa Gus Yahya ini menutur, program transformasi digital sebagai ikon dari agenda ‘Memenangi Masa Depan’ yang menjadi tema dan bahasan utama dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2023.

“Kami jadikan ikon bagi agenda ‘Memenangi Masa Depan’ ini adalah pertama agenda transformasi digital dan teknologi bagi Nahdlatul Ulama,” ungkap Gus Yahya dalam sambutannya pada pembukaan Munas dan Konbes NU di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (18/9).

Transformasi digital yang ditargetkan oleh PBNU akan mencakup berbagai bidang, termasuk pendidikan, administrasi, komunikasi, dan layanan kepada masyarakat.

“Kami menargetkan di tahun 2024, semua urusan yang menyangkut Nahdlatul ulama mulai komunikasi, surat menyurat, informasi, sampai dengan transaksi dilakukan dengan melakukan teknologi digital,” papar kiai kelahiran Desember 1966 itu.

Dengan transformasi digital, sambung Gus Yahya, PBNU berharap dapat mencapai efisiensi yang lebih tinggi dalam pengelolaan administrasi dan pelayanan.

“Mudah-mudahan, saya sampaikan kepada teman-teman, saya berharap tahun 2024 nanti saya tidak lagi melihat kertas karena semuanya dilakukan secara digital. Insyaallah,” harapnya.

Selain transformasi digital, Gus Yahya juga membeberkan agenda besar menuju visi memenangi masa depan. Adapun upaya tersebut meliputi pemberian beasiswa bagi kader-kader Nahdlatul Ulama, sistem pengkaderan yang lebih terintegrasi, dan konsolidasi seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

“Untuk agenda memenangi masa depan kami berpikir perlunya mencegat masa depan itu tanpa menunggu-nunggu lagi. Maka banyak hal kami persiapkan dan sudah mulai kami laksanakan untuk keperluan itu,” ucap dia.

“Termasuk di antaranya adalah peningkatan beasiswa bagi anak-anak kami untuk bisa mendapatkan pendidikan lebih baik. Kami juga telah mulai melaksanakan program pengkaderan dalam sistem kaderisasi nasional NU. Kami melakukan konsolidasi lembaga pendidikan yang ada di lingkungan NU mulai dari dasar hingga perguruan tinggi,” imbuh dia.

(Sumber: Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU)