SinarHarapan.id-Lampu sorot Jakarta Fashion Week 2027 menyorot langkah pertama POND’S Bright Miracle Runway. Untuk pertama kalinya, panggung mode itu membawa pesan “Transform to Transcend”, merayakan transformasi perempuan lewat real glow dan persahabatan sejati yang tumbuh dalam keseharian, bukan sekadar tren sesaat di atas panggung.
POND’S menyebut panggung ini sebagai bentuk pendampingan jangka panjang bagi perempuan Indonesia. Layaknya sahabat, merek itu hadir di setiap fase perawatan kulit, mendorong kepercayaan diri agar kecantikan autentik terpancar dari dalam, bukan dari tekanan mengejar beauty hype yang berganti cepat setiap hari. Pesan itu menjadi benang merah sepanjang pagelaran.
Tema real friendship diwujudkan lewat tiga Real Glow Muse: Erika Richardo, Rebecca Klopper, dan Gaby Saputra. Mereka membawakan koleksi tiga label ternama, MORAL, Tanah le Saé, dan Christin Wu. Setiap langkah di runway menjadi interpretasi perempuan yang bertumbuh bersama dukungan orang terdekat yang tulus dan hangat.
Rahmadina Dwitri Meldi, Brand Manager POND’S, menjelaskan glowing skin sering dimaknai sebagai simbol transformasi menuju pribadi lebih percaya diri. Namun, beauty culture yang dinamis dan beauty hacks membuat perempuan mudah terbawa tren. POND’S ingin menegaskan transformasi nyata lahir dari perawatan konsisten berbasis science, bahkan dari facial wash dan moisturizer harian.
Teknologi Niasorcinol™ menjadi jantung klaim itu. Gabungan Niacinamide dan E-Resorcinol bekerja menyamarkan noda hitam hingga lapisan epidermis, membantu kulit tampak lebih cerah merata. Dengan 50X kekuatan mencerahkan, POND’S Bright Miracle menawarkan real glow sebagai hasil proses progresif, bukan efek sesaat dari hacks yang sedang ramai.
Baca juga :POND’S Age Miracle Ajak Perempuan Lampaui Batas Usia di JFW 2027
Kolaborasi mode memperkuat pesan itu. MORAL menghadirkan koleksi “PULANG” karya Andandika Surasetdja, memadukan organza, tulle, satin, dan denim untuk menggambarkan kelembutan sekaligus ketegasan. Koleksi itu dilengkapi aksesori KAR karya Tania Kardin, sahabatnya, dengan bunga anggrek sebagai simbol kesabaran, transformasi, dan keindahan langka dalam persahabatan.
Tanah le Saé mempersembahkan “The Colour: Purple”, buah interpretasi Denniel Richard dan Andika Wiradiputra. Merah melambangkan cinta dan passion, biru merepresentasikan kebersamaan dan kepercayaan. Perpaduan itu melahirkan Purple Person, sosok yang meninggalkan kesan mendalam. Koleksi ini mengolah kembali vintage dan leftover fabrics menjadi karya bermakna, menunjukkan transformasi tidak harus meninggalkan masa lalu.
Christin Wu merayakan satu dekade berkarya lewat “Reminiscia”. Siluet dan detail ikonik dihidupkan kembali dengan sentuhan modern, disertai elemen floral berani, mutiara sebagai simbol keindahan abadi, serta pita yang menghadirkan kelembutan dan dinamika. Koleksi busana pertama itu menantangnya keluar dari zona nyaman, menjadikan masa lalu fondasi untuk berevolusi.
Erika Richardo, salah satu Real Glow Muse, mengatakan perempuan kerap dibatasi ekspektasi orang lain, termasuk soal penampilan. Lewat panggung ini, ia ingin mengingatkan bahwa real transformation muncul ketika kulit memancarkan real glow dari dalam. Dukungan sahabat membuat perempuan lebih percaya diri melampaui batasan semu dan merayakan keunikan diri.
Meldi menutup dengan harapan agar POND’S Bright Miracle Runway menginspirasi perempuan merayakan kecantikan autentik tanpa mengejar tren tertentu. Real glow dan persahabatan tulus dinilai memberi kekuatan untuk terus bertransformasi, melampaui batasan dengan cara sendiri, dan tampil percaya diri di setiap fase kehidupan yang dijalani tanpa ragu.

