Olah Raga

The Legend Continues: Rifat Sungkar Membangun Warisan Bukan Sekadar Trofi untuk Generasi Ketiga

×

The Legend Continues: Rifat Sungkar Membangun Warisan Bukan Sekadar Trofi untuk Generasi Ketiga

Sebarkan artikel ini
Dari Helmy ke El Mayka, Rifat Sungkar Siapkan Roadmap 7 Tahun di Bawah Telkomsel 5G.(Doc)
Dari Helmy ke El Mayka, Rifat Sungkar Siapkan Roadmap 7 Tahun di Bawah Telkomsel 5G.(Doc)

SinarHarapan.id-Nama Sungkar telah menorehkan tinta emas dalam sejarah motorsport Indonesia. Helmy Sungkar sebagai generasi pertama membuka jalan. Rifat Sungkar kemudian melanjutkan estafet dengan mengharumkan nama bangsa di reli nasional-internasional, drifting, hingga sprint offroad. Kini, sorak sorai lintasan mulai dipersiapkan untuk generasi ketiga: El Mayka Sungkar.

Rifat Sungkar resmi meluncurkan program pembinaan jangka panjang bertajuk The Legend Continues. Bukan sekadar pelatihan teknis membalap, program ini merupakan peta jalan pembentukan karakter, mental, disiplin, dan nilai-nilai hidup yang selama ini menjadi fondasi keluarga Sungkar. Program yang dimulai pada 2025 itu mendapat dukungan penuh dari Telkomsel 5G untuk memastikan setiap proses latihan berjalan optimal.

Pada tahun pertamanya, The Legend Continues berhasil meletakkan landasan awal yang memuaskan. Memasuki 2026, program memasuki babak baru dengan perencanaan lebih matang serta pemanfaatan teknologi terkini.

Rifat Sungkar menegaskan bahwa program ini tidak dirancang untuk menekan El Mayka agar menjadi bayangan dirinya. “Ini adalah perjalanan untuk memperkenalkan nilai, disiplin, kerja keras, dan rasa hormat terhadap proses. Saya ingin dia memahami bahwa menjadi pembalap bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang karakter dan tanggung jawab,” ujar Rifat di Jakarta, Selasa (2/6).

Program The Legend Continues dijalankan dalam lima fase pembinaan yang akan dilalui El Mayka sejak usia 11 tahun hingga 17 tahun. Fase pertama, Foundation (2025–2026), menjadi tahap awal di mana El Mayka mengenal dunia reli sebagai navigator dan learner. Ia mulai belajar membaca pace note, navigasi, membangun komunikasi di bawah tekanan, serta memahami disiplin dan tanggung jawab sebagai bagian dari tim balap.

Baca juga :Bukan Sekadar Simbol: SIMPATI Woman Rally Team Targetkan Podium di 4 Seri Kejurnas Sprint Rally 2026

Pada fase kedua, Transition (2027), El Mayka diarahkan mengikuti kompetisi junior kelas pemula. Fokus utama bukan mengejar kemenangan, melainkan membangun pengalaman, konsistensi, dan adaptasi menuju pembalap yang lebih mandiri. Selanjutnya, fase Development (2028–2029) menjadi ajang uji kemampuan teknik, strategi balap, kerja tim, serta mental bertanding di level nasional junior. Di sinilah El Mayka mulai membangun identitasnya sendiri sebagai pembalap muda.

Memasuki fase Preparation (2030), El Mayka memulai persiapan profesional sebagai advanced driver. Tanggung jawab sebagai atlet semakin besar, termasuk penguatan leadership dan relasi profesional dalam dunia motorsport. Puncaknya berada pada fase Continuation (2031), ketika El Mayka diproyeksikan siap bersaing di level nasional maupun internasional junior sebagai independent racer yang membawa nilai-nilai keluarga Sungkar dengan caranya sendiri.

Bagi Rifat Sungkar, proses ini bukan tentang menciptakan “Rifat Sungkar berikutnya”, melainkan memberi ruang bagi El Mayka untuk tumbuh sesuai jalannya sendiri. “El Mayka adalah generasi ketiga keluarga Sungkar di motorsport, tetapi saya tidak ingin dia hidup di bawah bayang-bayang siapa pun. Saya ingin dia tumbuh dengan caranya sendiri, menemukan passion-nya sendiri, dan suatu hari nanti berdiri di lintasan sebagai dirinya sendiri,” lanjut Rifat.

Melalui The Legend Continues dengan dukungan Telkomsel 5G, keluarga Sungkar menunjukkan bahwa warisan terbesar dalam motorsport bukanlah sekadar trofi dan kemenangan. Nilai, proses, serta keberanian memulai perjalanan dari nol dengan memanfaatkan teknologi terdepan itulah yang sejati. Program ini menjadi simbol keberlanjutan sebuah legacy yang dibangun lintas generasi demi masa depan motorsport Indonesia.