Ekonomi

Kerjasama Fatayat NU dan Prudential Syariah Untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah

×

Kerjasama Fatayat NU dan Prudential Syariah Untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah

Sebarkan artikel ini
(Kiri-kanan), Hj. Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua Umum Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dan Omar Sjawaldy Anwar, Presiden Direktur Prudential Syariah setelah menandatangani MoU kerjasama.(Istimewa)
(Kiri-kanan), Hj. Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua Umum Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dan Omar Sjawaldy Anwar, Presiden Direktur Prudential Syariah setelah menandatangani MoU kerjasama.(Istimewa)

SinarHarapan.id-Melanjutkan kemitraan strategis antara Prudential Syariah dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhir tahun 2023 lalu, PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama dengan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU).

Inisiatif ini untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan Syariah, khususnya di kalangan perempuan muda Indonesia.

Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), organisasi perempuan muda di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).

Kemitraan ini mencakup pelaksanaan program literasi dan inklusi keuangan Syariah bagi jutaan perempuan muda anggota Fatayat NU serta program Community Investment yang meliputi edukasi kesehatan dan keselamatan yang diprioritaskan untuk perempuan Indonesia.

“Perempuan memiliki peran penting dalam keluarga, terutama saat membuat keputusan strategis yang menyangkut finansial. Melalui kerja sama ini, kami berkomitmen untuk terus memberdayakan perempuan di Indonesia melalui beragam inisiatif bermanfaat, berkah, dan berdampak besar untuk masa depan literasi dan inklusi keuangan Syariah. Dengan demikian, program ini dapat membantu lebih banyak lagi keluarga Indonesia untuk hidup lebih sehat dan sejahtera.” jelas Omar S. Anwar, Presiden Direktur Prudential Syariah.(4/8/2023)

Hj. Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua Umum Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), mengatakan, “Fatayat NU, yang beranggotakan 10 juta perempuan muda berusia 25—45 tahun, telah aktif bergerak di berbagai bidang, termasuk keagamaan, ekonomi, dan sosial. Kami sangat menyambut baik kerja sama dengan Prudential Syariah ini. Bagi kami, langkah ini dapat mendukung misi bersama dalam memberdayakan perempuan muda Indonesia, khususnya Sahabat Fatayat dalam
meningkatkan pemahaman literasi dan inklusi keuangan Syariah di Indonesia.”

Fokus peningkatan literasi keuangan bagi perempuan ini telah digiatkan sejak sekitar sepuluh tahun lalu di Indonesia dengan dipandu oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kabar baiknya, upaya kolektif tersebut membuahkan hasil, yakni angka literasi keuangan perempuan yang meningkat secara signifikan.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022, tingkat literasi keuangan perempuan meningkat sebesar 14% dari tahun 2019, yakni menjadi 50,33%1.

Di Indonesia, kontribusi perempuan terhadap perekonomian terlihat di sektor UMKM sendiri. Sebanyak 53,76% pemilik UMKM di Indonesia merupakan seorang Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022 perempuan dengan 97% karyawannya juga merupakan perempuan.

Hal ini telah berhasil memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 61%2.

Pencapaian ini menjadi salah satu semangat Fatayat NU dan Prudential Syariah untuk mendukung kapabilitas para perempuan dalam mengambil keputusan keuangan yang bijaksana, mengelola pendapatan dengan efisien, dan merencanakan masa depan yang lebih baik.

Dengan menyadari pentingnya peran perempuan dalam hal ini, Prudential Syariah berkomitmen untuk terus dapat memberdayakan perempuan Indonesia dan membekali mereka dengan literasi dan inklusi keuangan. Beberapa program Community Investment telah dilaksanakan bersama dengan Prudential Indonesia, seperti menyelenggarakan pelatihan pengelolaan keuangan bagi para ibu rumah tangga di Desa Maju Prudential, Desa Mauk, Tangerang.

Lebih dari itu, sepanjang tahun 2022, program literasi keuangan untuk perempuan yang dilaksanakan oleh Prudential di Indonesia telah menjangkau lebih dari 11 juta masyarakat Indonesia, baik secara luring maupun daring.

“Kedepannya, kami akan terus membuka kolaborasi dengan berbagai pihak untuk dapat menjangkau lebih banyak lagi keluarga Indonesia dalam mendapatkan solusi perlindungan yang komprehensif, halal dan penuh berkah,” tutup Omar.