Ekonomi

Tak Sekadar Bata dan Beton: DADA Bongkar Strategi Bisnis Properti di Depok

×

Tak Sekadar Bata dan Beton: DADA Bongkar Strategi Bisnis Properti di Depok

Sebarkan artikel ini
Dari Dave Apartment hingga Pasar Modal: DADA Tunjukkan Sisi Lain Industri Properti.(Doc: DADA)
Dari Dave Apartment hingga Pasar Modal: DADA Tunjukkan Sisi Lain Industri Properti.(Doc: DADA)

SinarHarapan.id-Industri properti kerap dipandang sekadar urusan membangun gedung dan menjual unit. Namun, PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) membantah pandangan sempit itu. Di hadapan peserta Program Mini MBA Real Estate Universitas Indonesia, emiten properti tersebut mengupas tuntas bahwa bisnis ini menuntut kepemimpinan yang mampu membaca peluang, mengelola risiko, dan menciptakan nilai jangka panjang.

Kegiatan sharing dan diskusi bertema “Entrepreneurship & Leadership dalam Industri Properti” berlangsung di Dave Apartment, Depok, pada pertengahan Mei 2026. Acara ini menjadi ruang interaktif bagi mahasiswa dan profesional muda untuk memahami dinamika industri dari sudut pandang praktisi sekaligus perusahaan terbuka.

Direktur DADA, Bayu Setiawan, yang hadir sebagai pembicara utama, menegaskan bahwa entrepreneurship di sektor properti tidak berhenti pada pembangunan fisik.

“Entrepreneurship di industri properti bukan hanya soal membangun aset, tetapi juga membangun kepercayaan, integritas, dan keberlanjutan bisnis,” ujar Bayu kepada puluhan peserta yang memadati ruang diskusi.

Baca juga : Laba Melejit 216%, Emiten Properti Dada Bagikan Dividen Rp2 Miliar

Menurutnya, pasar yang kian dinamis memaksa pelaku usaha beradaptasi dengan perubahan regulasi, perilaku konsumen, hingga gejolak ekonomi. Kegagalan membaca tanda-tanda zaman, kata Bayu, bisa menjadi batu sandungan bagi emiten properti yang ingin menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

Diskusi dipandu oleh Koordinator Kurikulum Mini MBA Real Estate CSEL UI, Kresna Satya Prameswara. Para peserta aktif membahas isu aktual, mulai dari strategi pengembangan proyek, pengelolaan tim di perusahaan terbuka, hingga tantangan menjaga likuiditas di tengah tekanan suku bunga.

Ketua Program Mini MBA Real Estate CSEL UI, Fithor Muhammad, menilai keterlibatan DADA memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dibanding sekadar teori di ruang kelas.

“Kolaborasi dengan pelaku industri menjadi bagian penting untuk menciptakan SDM properti yang siap menghadapi tantangan bisnis ke depan,” kata Fithor.

Program CSEL UI sendiri merupakan pelatihan terapan yang berorientasi pada kompetensi strategis dalam investasi dan pengembangan properti. Didirikan pada 2020, lembaga ini mengusung metode studi kasus aktual dan kunjungan proyek langsung.

Salah satu poin menarik yang disorot Bayu adalah komitmen DADA kepada konsumen muda. Perusahaan tidak hanya menyediakan rumah dengan harga terjangkau, tetapi juga merancang hunian sesuai preferensi gaya hidup generasi sekarang.

“Ini merupakan komitmen dari DADA agar konsumen bisa memilih mana desain layout yang memang pas untuk mereka. Bisa dikatakan sebagai salah satu strategi kami dari sisi marketing and sales yang berbeda dengan developer lain,” pungkas Bayu.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan sinergi nyata antara dunia akademik dan industri. Hasilnya, para peserta tidak sekadar mendapat teori, melainkan peta jalan bagaimana menjadi pemimpin properti yang visioner dan siap menghadapi kerasnya persaingan pasar.