SinarHarapan.id-Di tengah gemerlap perhiasan, The Palace Jeweler memilih jalan berbeda. Tak cukup hanya membuka gerai ke-86 di Plaza Aceh, perusahaan yang mengklaim diri sebagai “The National Jeweler” itu justru turun ke lumpur dan tenda darurat. Tujuannya: membantu masyarakat Kabupaten Pidie Jaya yang masih terpuruk pascabanjir bandang beberapa waktu lalu.
Melalui kampanye #EveryShineMatters, The Palace berkolaborasi dengan Yayasan Luna Maya Nawasena dan penyanyi Andien. Dua lokasi menjadi sasaran, Jumat (15/5/2026). Pertama, Madrasah Ibtidaiyah 5 Pidie Jaya, di mana kegiatan belajar mengajar harus dilakukan di tenda darurat karena sekolah terendam banjir. Kedua, Desa Blang Cut, salah satu desa dengan kerusakan terparah.
Aksi sosial ini mendonasikan kebutuhan sehari-hari, mulai dari sembako hingga perlengkapan sekolah. Winny Melita, Brand Manager The Palace Jeweler, menjelaskan bahwa kepedulian ini adalah bentuk tanggung jawab sosial di balik pembukaan gerai baru.
“Meski bencana sudah terjadi beberapa waktu lalu, faktanya masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan. Lewat #EveryShineMatters, The Palace ingin menghadirkan makna di balik setiap kilau, dengan berkontribusi langsung bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Winny.
Pemilihan Yayasan Luna Maya Nawasena bukan tanpa alasan. Yayasan yang didirikan oleh Luna Maya ini dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan dan lingkungan. Sementara Andien hadir sebagai “Teman Spesial” The Palace, sosok yang sejak lama konsisten di kegiatan sosial.
Luna Maya menyampaikan harapannya di tengah distribusi bantuan. “Kami mendistribusikan kebutuhan sehari-hari, dari sembako hingga perlengkapan sekolah, sebagai bentuk kepedulian terhadap komunitas Aceh yang belum sepenuhnya pulih. Semoga anak-anak bisa kembali bersemangat menjalani kegiatan setelah bencana,” tutur Luna.
Andien pun mengungkapkan rasa bangganya. “Saya cukup aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ketika diajak kolaborasi oleh The Palace dan Yayasan Luna Maya Nawasena, saya langsung setuju. Saya berharap The Palace lebih sering menghadirkan kegiatan sosial seperti ini, tidak hanya untuk Aceh tetapi juga daerah lain,” ujar pelantun Gemintang itu.
Baca juga :CMK Tegaskan Good Governance sebagai Fondasi Utama Bisnis Perhiasan Berintegritas
Di balik aksi ini, induk usaha The Palace, Central Mega Kencana (CMK)—yang juga menaungi Mondial dan Frank & Co.—menegaskan komitmennya terhadap tata kelola perusahaan yang baik. CMK secara konsisten menerapkan prinsip kepatuhan pajak, sumber berlian alami yang bertanggung jawab, serta pencegahan pencucian uang. Pengakuan datang berupa piagam bea cukai dan penghargaan pembayar pajak dari Kantor Pelayanan Pajak.
Namun, bagi warga Pidie Jaya, penghargaan itu tak sepenting bantuan yang tiba. Seorang guru di Madrasah Ibtidaiyah 5 mengaku air mata hampir jatuh saat melihat anak-anaknya kembali tersenyum menerima alat tulis. “Kami mengajar di tenda sejak banjir. Bantuan ini seperti cahaya di tengah kepungan lumpur,” katanya lirih.
Hingga berita ini diturunkan, The Palace berjanji akan terus memantau pemulihan Aceh. Karena bagi mereka, setiap kilau perhiasan tak akan bermakna jika tak berbagi kepada sesama.





