SinarHarapan.id – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memperkuat langkahnya dalam pengembangan energi baru dan terbarukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) dengan PT Pertamina Power Indonesia (PPI), Rabu (1/7). Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah.
Kolaborasi tersebut sejalan dengan penugasan Agrinas Palma Nusantara sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2026 tentang Percepatan Swasembada Pangan Bidang Pertanian dalam Mewujudkan Ketahanan Nasional dan Kemandirian Bangsa.
Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Bisnis PT Agrinas Palma Nusantara, Nurhidayat, bersama Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Power Indonesia, Harsono Budi Santoso. Penandatanganan itu menjadi titik awal sinergi kedua BUMN dalam menjajaki berbagai peluang pengembangan energi berbasis sumber daya domestik.
Fokus pada Biodiesel dan Bioetanol
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Muhammad Abdul Ghani, mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis perusahaan untuk mengoptimalkan potensi bioenergi nasional sebagai bagian dari pelaksanaan mandat pemerintah.
“Kerja sama ini menjadi langkah strategis Agrinas Palma Nusantara dalam mengoptimalkan potensi bioenergi nasional. Fokus pada reaktivasi pabrik biodiesel serta pengembangan bioetanol berbahan baku singkong diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi komoditas pertanian, memperkuat ketahanan energi, dan mendukung pelaksanaan program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah. Kami meyakini bahwa sinergi antar-BUMN akan mempercepat terwujudnya ekosistem bioenergi nasional yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Abdul Ghani.
Melalui kerja sama tersebut, kedua perusahaan akan memfokuskan penjajakan kolaborasi pada reaktivasi pabrik biodiesel (Fatty Acid Methyl Ester atau FAME), pembangunan dua pabrik bioetanol berbahan baku singkong, serta berbagai inisiatif pengembangan energi terbarukan lainnya.
Kapasitas Produksi Ditargetkan Meningkat
Reaktivasi pabrik biodiesel ditargetkan mampu mengembalikan kapasitas produksi hingga 600 ribu ton per tahun. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan biodiesel nasional sekaligus meningkatkan kontribusi bahan bakar nabati dalam bauran energi Indonesia.
Di sisi lain, rencana pembangunan dua unit pabrik bioetanol berbahan baku singkong, masing-masing berkapasitas 300 kiloliter per hari (KLPD), akan menghasilkan total kapasitas 600 KLPD. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, memperkuat pasokan bioetanol nasional, serta mendukung transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Diawali Kajian Kelayakan
Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoU, Agrinas Palma Nusantara dan Pertamina Power Indonesia akan melakukan serangkaian studi kelayakan untuk mengidentifikasi proyek-proyek yang berpotensi dikembangkan bersama.
Kajian tersebut akan mencakup berbagai aspek, mulai dari teknis, pasar, ekonomi, bisnis, lingkungan, hukum, hingga manajemen risiko. Langkah ini dilakukan agar setiap proyek yang dikembangkan memiliki kelayakan ekonomi sekaligus memberikan manfaat jangka panjang.
Selain itu, kedua perusahaan juga akan memperkuat kolaborasi melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta teknologi di bidang energi terbarukan. Pemanfaatan fasilitas, peralatan, dan material secara bersama juga akan dieksplorasi guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan proyek.
Melalui kerja sama ini, Agrinas Palma Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan sesama BUMN dalam mengembangkan bioenergi nasional. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya domestik, meningkatkan daya saing sektor agroindustri, memperkuat ketahanan energi, sekaligus mendukung keberhasilan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026 tentang percepatan swasembada pangan.












