SinarHarapan.id – Presiden International Paralympic Committee (IPC), Andrew Parsons, memberikan apresiasi melalui video resmi kepada dua tokoh Asia yang dinilai berkontribusi dalam memperkuat nilai-nilai inklusivitas dan mendukung perkembangan Gerakan Paralimpik dunia. Keduanya adalah Akio Toyoda, yang saat itu menjabat sebagai President Toyota Motor Corporation, serta Natalia Tjahja, pendiri Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF) sekaligus penggagas gerakan 100 CTFP (Celebrities Talk for Para Athletes).
Meski berasal dari latar belakang yang berbeda—korporasi global dan gerakan sosial—keduanya dinilai memiliki kesamaan visi dalam mendorong terciptanya dunia yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.
Pada 25 Agustus 2021 di Tokyo, Andrew Parsons bertemu langsung dengan Akio Toyoda dan menyerahkan video apresiasi berdurasi 4 menit 14 detik sebagai bentuk penghargaan atas komitmen Toyota sebagai Worldwide Paralympic Partner.
Dalam pesannya, Parsons memuji konsistensi Toyota yang tidak hanya dikenal sebagai produsen otomotif dunia, tetapi juga mengembangkan visi “Mobility for All”, yakni menghadirkan inovasi mobilitas yang membuka akses, kemandirian, dan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
“We are excited to continue changing the world with you through the next Worldwide Partnership and beyond,” ujar Parsons dalam video tersebut.
Hampir lima tahun berselang, Presiden IPC kembali menyampaikan video resmi kepada Natalia Tjahja sebagai bentuk dukungan terhadap perjalanan gerakan 100 CTFP.
Gerakan tersebut pertama kali diluncurkan di Singapura pada 11 Juli 2025, diawali dengan tiga pesan inspiratif dari Andrew Parsons yang menjadi bagian dari kampanye global tersebut. Tepat pada peringatan satu tahun gerakan itu, 11 Juli 2026, Parsons kembali menyampaikan video pidato resmi berdurasi sekitar 1 menit 45 detik sebagai bentuk penghargaan atas perkembangan inisiatif tersebut.
Dalam pesannya, Parsons menyatakan,
“It is an honor I can lend my support for 100 CTFP (Celebrities Talk for Para Athletes) and Maria Monique Last Wish Foundation.”
Ia juga mengucapkan selamat atas satu tahun perjalanan gerakan 100 CTFP sekaligus menegaskan komitmen IPC untuk terus memperluas kesempatan yang setara bagi sekitar 1,3 miliar penyandang disabilitas di seluruh dunia melalui Gerakan Paralimpik.
Andrew Parsons turut memberikan apresiasi kepada Natalia Tjahja yang membangun gerakan tersebut secara independen sejak awal, tanpa orientasi komersial. Menurutnya, 100 CTFP berkembang melalui pendekatan zero-budget movement, yakni gerakan yang bertumpu pada ketulusan, kolaborasi, dan semangat sukarela.
Dua video resmi dari Presiden IPC kepada Akio Toyoda dan Natalia Tjahja menjadi simbol bahwa dukungan terhadap Gerakan Paralimpik dapat diwujudkan melalui berbagai pendekatan. Di satu sisi melalui kepemimpinan perusahaan global yang menghadirkan inovasi bagi masyarakat, dan di sisi lain melalui gerakan kemanusiaan yang tumbuh dari inisiatif akar rumput.
Keduanya menunjukkan bahwa inovasi, kepedulian, dan kolaborasi dapat berjalan beriringan dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas di seluruh dunia.










