Kesra

Kolaborasi DNIKS-UMN Perkuat Literasi Digital Kelompok Rentan

×

Kolaborasi DNIKS-UMN Perkuat Literasi Digital Kelompok Rentan

Sebarkan artikel ini

DNIKS dan UMN memperkuat literasi digital bagi penyandang disabilitas melalui pelatihan pencegahan dan penanganan cyberbullying untuk mendorong kemandirian kelompok rentan.

Ketua Umum DNIKS Dr. A. Effendy Choirie menyerahkan buku kepada Dekan Fakultas Komunikasi UMN FX Lilik Dwi Mardjiyanto, PhD di di Kampus UMN, Menara Kompas, Palmerah, Jakarta, Rabu (12/8). (Foto: DNIKS)

SinarHarapan.id – Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) bersama Universitas Multimedia Nusantara (UMN) memperkuat upaya meningkatkan pendidikan dan literasi digital bagi kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Inklusi Digital Aman: Pelatihan Trainer Pencegahan dan Penanganan Cyberbullying untuk Kelompok Rentan” yang digelar di Kampus UMN, Menara Kompas, Palmerah, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Ketua Umum DNIKS Dr. A. Effendy Choirie mengatakan, penguatan kapasitas kelompok rentan melalui pendidikan dan pelatihan sejalan dengan amanat konstitusi untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan amanat konstitusi. Pelatihan-pelatihan untuk disabilitas yang diberikan UMN termasuk bagian dari upaya mencerdaskan bangsa, sehingga masyarakat, khususnya kelompok rentan, memiliki kemampuan untuk berkembang dan berdaya,” ujar Gus Choi saat membuka kegiatan.

Menurut Gus Choi, persoalan yang dihadapi penyandang disabilitas tidak sebatas akses terhadap pendidikan. Mereka juga menghadapi tantangan terkait kemiskinan, kesempatan kerja, keterampilan, hingga akses terhadap teknologi.

Karena itu, pemberdayaan melalui pendidikan dan pelatihan dinilai penting agar penyandang disabilitas tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mandiri dan meningkatkan produktivitas.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan nasional pada September 2025 tercatat sebesar 8,25 persen atau sekitar 23,36 juta orang. Namun, angka tersebut merupakan statistik kemiskinan secara nasional dan belum secara khusus menggambarkan proporsi penyandang disabilitas yang berada dalam kelompok miskin atau desil kesejahteraan tertentu.

Gus Choi juga menilai pembangunan sosial perlu berjalan beriringan dengan pembangunan industri dan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi, menurut dia, harus diikuti dengan penguatan kapasitas masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas, termasuk oleh kelompok rentan.

“Ini menjadi tugas DNIKS bersama UMN untuk memberikan saran kepada pemerintah melalui seminar, diskusi dan kajian. Pembangunan industri harus berjalan bersama pembangunan sosial, sehingga kesejahteraan masyarakat bisa terdongkrak,” katanya.

Bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi

Adapun Dekan Fakultas Komunikasi UMN FX Lilik Dwi Mardjiyanto, PhD, mengatakan kegiatan pelatihan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi.

“Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian tak terpisahkan dari perguruan tinggi. Apalagi pemerintah memang mendorong kampus lebih banyak terjun ke masyarakat. Ini juga menjadi bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujar Lilik.

Menurut Lilik, pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan upaya meningkatkan kesejahteraan sosial yang menjadi perhatian UMN dan DNIKS memiliki tujuan yang sejalan, yakni meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Program pelatihan tersebut juga dinilai relevan dengan perhatian UMN terhadap isu perundungan siber atau cyberbullying. Sebelumnya, sejumlah penelitian di lingkungan UMN telah mengkaji fenomena perundungan siber serta pengembangan literasi digital sebagai salah satu upaya pencegahannya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua DNIKS Bidang Profesi dan Peningkatan Mutu RA Loretta Kartikasari, Nuriyah Astagini, Sudarman Wijaya, Agus Eko Cahyono, Gufroni Sakaril, Wakil Ketua Badan Pakar DNIKS Rasharul, serta Wasekjen DNIKS Sento Janinto.

Kolaborasi DNIKS dan UMN diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan di bidang pendidikan, penelitian, diskusi kebijakan, dan pemberdayaan kelompok rentan.

Langkah tersebut diharapkan turut memperkuat ekosistem inklusi digital yang aman sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi kelompok rentan untuk berkembang, mandiri, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi.