Internasional

WNI di Jenewa Rayakan HUT ke-81 RI dalam Semangat Solidaritas untuk NTT

×

WNI di Jenewa Rayakan HUT ke-81 RI dalam Semangat Solidaritas untuk NTT

Sebarkan artikel ini

Lebih dari 150 WNI dan diaspora mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Jenewa, Swiss, sembari menyampaikan simpati dan solidaritas kepada masyarakat NTT yang terdampak bencana.

SinarHarapan.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jenewa, Swiss, berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus penuh solidaritas. Di tengah duka akibat bencana alam yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), lebih dari 150 warga negara Indonesia (WNI) dan diaspora berkumpul dalam upacara kemerdekaan di kantor Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Jenewa, Senin (17/8).

Semangat persatuan dan kepedulian terhadap sesama menjadi warna utama peringatan kemerdekaan tahun ini. Masyarakat Indonesia di Jenewa turut menyampaikan simpati dan solidaritas kepada saudara-saudara di NTT yang terdampak bencana.

Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Sidharto R. Suryodipuro, mengatakan bahwa peringatan kemerdekaan di luar negeri memiliki makna lebih dari sekadar seremoni. Momentum tersebut menjadi sarana untuk memperkuat rasa kebangsaan sekaligus mengingatkan pentingnya kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.

Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Sidharto R. Suryodipuro. (Foto: PTRI Jenewa)

“Jauh dari Tanah Air membuat ikatan kita sebagai bangsa semakin terasa. Hari ini, di tengah peringatan kemerdekaan, pikiran dan kepedulian kita juga bersama saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT. Kebersamaan masyarakat Indonesia di Jenewa menjadi pengingat bahwa di mana pun kita berada, kita tetap satu Indonesia yang saling peduli dan saling menguatkan,” ujar Sidharto, yang akrab disapa Dubes Arto.

Upacara diikuti berbagai kalangan WNI di Jenewa, mulai dari pelajar dan mahasiswa hingga para profesional Indonesia yang bekerja di sejumlah organisasi internasional serta masyarakat Indonesia lainnya.

Kehadiran mereka menunjukkan bahwa jarak geografis tidak mengurangi rasa memiliki terhadap Indonesia. Semangat kebangsaan justru semakin terasa ketika masyarakat Indonesia di luar negeri berkumpul untuk memperingati hari bersejarah bangsa.

Suasana keberagaman Indonesia juga terlihat dari busana yang dikenakan para peserta. Sejumlah peserta hadir dengan pakaian nasional, busana adat, dan wastra Nusantara dari berbagai daerah. Keragaman tersebut menjadi gambaran kekayaan budaya Indonesia sekaligus simbol persatuan dalam keberagaman.

Dalam upacara tersebut, tiga anggota pasukan pengibar bendera Merah Putih menjalankan tugas dengan penuh khidmat dan tanggung jawab. Salah seorang di antaranya mendapat tugas sebagai pembawa baki bendera Merah Putih.

Peringatan HUT ke-81 RI juga diisi dengan pemberian tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada dua pegawai negeri sipil. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan dedikasi mereka dalam menjalankan tugas.

Bagi masyarakat Indonesia di Jenewa, peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi momentum untuk kembali meneguhkan rasa persatuan dan kepedulian. Di tengah suasana duka akibat bencana di NTT, masyarakat Indonesia yang berada jauh dari Tanah Air menunjukkan bahwa rasa solidaritas dan kepedulian tidak mengenal batas jarak.

Dari Jenewa, pesan persatuan itu kembali ditegaskan: berada jauh dari Indonesia bukan berarti jauh dari kepedulian terhadap sesama anak bangsa.

(Sumber: PTRI Jenewa)