Foto

Yayasan Astra, Dari IKM Tegal untuk Ekosistem Otomotif

×

Yayasan Astra, Dari IKM Tegal untuk Ekosistem Otomotif

Sebarkan artikel ini
Aktivitas pengecekan area kerja PT FNF Metalindo Utama, IKM binaan Yayasan Astra - YDBA dilakukan untuk memastikan penerapan 5R berjalan secara konsisten di Komplek LIK Takaru Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).PT FNF Metalindo Utama tumbuh sebagai salah satu IKM yang masuk ke dalam ekosistem industri otomotif. Perjalanan PT FNF Metalindo Utama juga memperlihatkan bagaimana Yayasan Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) mengambil peran dalam memperkuat kemampuan IKM agar mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional.Foto: SHID/Ruht Semiono

SinarHarapan.id –  Tegal memiliki cerita yang menarik tentang industri. Kota yang selama ini lekat dengan Warteg ternyata menyimpan kemampuan manufaktur yang membuatnya dikenal sebagai salah satu sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) dengan keterampilan mengolah logam.

Di tengah geliat tersebut, PT FNF Metalindo Utama tumbuh sebagai salah satu IKM yang masuk ke dalam ekosistem industri otomotif. Perjalanan PT FNF Metalindo Utama juga memperlihatkan bagaimana Yayasan Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) mengambil peran dalam memperkuat kemampuan IKM agar mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional.

Pendampingan tidak dilakukan hanya pada sisi produksi. Ada sejumlah aspek yang dibangun secara bersamaan, mulai dari manajemen, sumber daya manusia, sistem kerja, kualitas, produktivitas, hingga budaya kerja.

Penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) menjadi salah satu bentuk nyata pendampingan Yayasan Astra melalui YDBA. Bagi PT FNF Metalindo Utama, 5R bukan sekadar tentang tempat kerja yang lebih bersih dan tertata, tetapi menjadi kebiasaan yang membangun disiplin, konsistensi, efisiensi, dan kualitas dalam setiap proses produksi.

PT FNF Metalindo Utama terus proses tersebut ikut mengubah wajah perusahaan. Dari usaha keluarga yang pernah mengalami masa sulit, perusahaan perlahan membangun sistem yang lebih siap menghadapi tuntutan industri besar.

Kesempatan untuk menjadi pemasok AHM menjadi salah satu pintu penting. Dua tahun kemudian, FNF masuk dalam rantai pasok utama AHM untuk sejumlah komponen sepeda motor.

Perkembangannya tidak berhenti di sana. PT FNF Metalindo Utama kemudian memasok komponen otomotif untuk Toyota, Daihatsu, hingga Hyundai.

Hal  ini memperlihatkan bagaimana kekuatan industri otomotif tidak hanya berada di perusahaan besar. Di belakangnya ada IKM yang memproduksi komponen, pekerja yang menjalankan proses produksi, pemasok bahan baku, serta berbagai pihak yang saling terhubung.

Ketika IKM semakin kuat, rantai pasok menjadi lebih kokoh. Ketika kualitas dan produktivitas meningkat, peluang untuk masuk ke industri yang lebih luas juga semakin terbuka.

Di sinilah pendampingan memiliki arti yang lebih panjang. Bukan hanya membantu IKM menghadapi persoalan hari ini, tetapi mempersiapkannya agar tetap mampu berjalan ketika arah industri berubah.

Yayasan Astra melalui YDBA menunjukkan bahwa ekosistem otomotif nasional dibangun bukan hanya oleh perusahaan besar. PT FNF Metalindo Utama juga terus tumbuh dari IKM yang terus belajar mandiri, pekerja yang terus meningkatkan kemampuan, dan pendampingan yang membantu mereka menemukan jalan untuk naik kelas. Foto dan Teks: Ruht Semiono