Network

CISDI Gandeng Harvard Medical School Perkuat Sistem Kesehatan Primer

×

CISDI Gandeng Harvard Medical School Perkuat Sistem Kesehatan Primer

Sebarkan artikel ini

PHIL hadir sebagai pusat riset dan pengembangan yang berfokus pada penguatan layanan kesehatan primer di Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari akademisi, masyarakat sipil, pemerintah, hingga sektor swasta.

SinarHarapan.ID – Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) bersama Universitas Harkat Negeri (UHN) dan PT Tamaris Hidro meluncurkan pusat riset dan inovasi kesehatan bernama Primary Healthcare Impact Lab (PHIL), Kamis (7/5), di Gedung Swasana BRIN, Jakarta Selatan.

PHIL hadir sebagai pusat riset dan pengembangan yang berfokus pada penguatan layanan kesehatan primer di Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari akademisi, masyarakat sipil, pemerintah, hingga sektor swasta.

Pendiri dan CEO CISDI, Diah S. Saminarsih, mengatakan Indonesia kini memasuki fase krusial dalam memperkuat layanan kesehatan primer (primary healthcare).

Kiri ke kanan: Mohammad Syahrial (Presiden Direktur PT Tamaris Hydro), Diah Satyani Saminarsih (Founder and CEO CISDI), David Golan, MD, PhD (Dean for Research Initiatives and Global Programs, Harvard Medical School), Sudirman Said (Rektor Universitas Harkat Negeri) berfoto bersama usai peluncuran Primary Healthcare Impact Lab (PHIL) di Gedung Grand Ballroom, Gedung BRIN, Kamis, 7 Mei 2026. (Foto: Dokumentasi CISDI)

Menurut dia, meskipun cakupan kesehatan semesta (universal health coverage) melalui program Jaminan Kesehatan Nasional telah mencapai 98 persen penduduk pada akhir 2025, masih terdapat kesenjangan struktural dalam kualitas layanan, tata kelola, keberlanjutan pembiayaan, serta responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat.

“Tahap selanjutnya dari reformasi layanan kesehatan primer memerlukan integrasi yang lebih kuat antara akademisi, masyarakat sipil, pemerintah, dan sektor swasta untuk menghasilkan solusi yang berakar pada kondisi lokal namun didukung wawasan global,” ujar Diah.

Ia menilai penguatan layanan kesehatan primer menjadi semakin penting di tengah menurunnya kepercayaan terhadap sistem multilateral dan terbatasnya pendanaan pembangunan kesehatan global.

Diah menjelaskan PHIL dirancang sebagai platform kebijakan dan inovasi non-klinis yang terintegrasi dalam UHN. Platform tersebut akan menjadi ruang penelitian, pengembangan kepemimpinan, keterlibatan mahasiswa, serta dialog lintas sektor.

“Lab ini bertujuan menjembatani pengumpulan bukti dan implementasi praktis, menghubungkan penyelidikan akademis dengan realitas masyarakat dan partisipasi bisnis,” katanya.

PHIL berlokasi di Kota Tegal, Jawa Tengah, dan diharapkan menjadi contoh bagaimana kolaborasi berbasis wilayah dapat memberikan kontribusi terhadap diskusi kebijakan kesehatan tingkat nasional.

Dalam pengembangannya, CISDI, UHN, dan PT Tamaris Hidro menggandeng Harvard Medical School sebagai mitra pengetahuan internasional.

Institusi tersebut sebelumnya memiliki pengalaman membangun pusat riset dan inovasi serupa di sejumlah negara, termasuk Thailand dan Vietnam.

Dean for Research Initiatives and Global Programs Harvard Medical School, David Golan, mengatakan layanan kesehatan primer merupakan fondasi utama dalam mencapai cakupan kesehatan semesta yang berkelanjutan.

“Secara global, investasi pada layanan kesehatan primer terbukti memberikan dampak besar terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif,” kata Golan saat menyampaikan kuliah umum bertajuk Global Change, Local Strength: Indonesia’s Primary Healthcare as the New Centre of Development.

Menurut dia, pembentukan PHIL menjadi momentum penting untuk mendorong kolaborasi multisektor dan inovasi teknologi dalam penguatan riset berbasis komunitas untuk layanan kesehatan primer di Indonesia.

Golan juga menilai PHIL dapat berkembang menjadi centre of excellence tingkat regional dalam riset, layanan, dan reformasi kebijakan layanan kesehatan primer berbasis komunitas.

Selain kuliah umum, kunjungan tim Harvard Medical School ke Indonesia juga menjadi bagian dari kerja sama akademis internasional dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer nasional.

Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, mengatakan PHIL merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi sebagai laboratorium peradaban.

“Melalui PHIL, kami ingin riset yang dihasilkan tidak berhenti sebagai tumpukan publikasi akademis, melainkan bisa diaplikasikan menjadi solusi nyata yang memperkuat layanan kesehatan primer,” ujar Sudirman.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Tamaris Hidro, Mohammad Syahrial, menilai sektor swasta memiliki peran penting dalam pembangunan kesehatan nasional.

Menurut dia, pengalaman perusahaan bekerja di wilayah terpencil menunjukkan bahwa layanan kesehatan sering kali menjadi kebutuhan terakhir yang terpenuhi.

“Investasi terbaik yang bisa dilakukan sektor swasta bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun infrastruktur manusia, termasuk sistem kesehatan yang menjangkau mereka yang paling membutuhkan,” kata Syahrial.

Informasi lengkap mengenai program PHIL dapat diakses melalui website resmi CISDI.