Ekonomi

Dukung Swasembada Pangan, Mahendra dan RMA Boyong Traktor Kompak OJA 3140

×

Dukung Swasembada Pangan, Mahendra dan RMA Boyong Traktor Kompak OJA 3140

Sebarkan artikel ini
Traktor 40 HP Ini Jawaban Mahindra bagi Petani Kecil di Tengah Darurat Tenaga Kerja.(Doc : Mahindra)
Traktor 40 HP Ini Jawaban Mahindra bagi Petani Kecil di Tengah Darurat Tenaga Kerja.(Doc : Mahindra)

SinarHarapan.id-Pangan tidak hanya lahir dari luasnya sawah. Di balik setiap kilogram beras yang sampai ke meja makan, ada kerja otot, keringat, dan waktu yang tak pernah cukup. Petani Indonesia kini berhadapan dengan realitas pahit: tenaga kerja muda semakin jarang, sementara kebutuhan pangan terus meroket.

Mahindra Farm Equipment bersama RMA Indonesia menjawab kegalauan itu. Di ajang Inagritech 2026, mereka meluncurkan OJA 3140. Traktor kompak 40 tenaga kuda ini bukan sekadar mesin. Ia adalah simbol perubahan cara petani mengolah tanah, menanam, hingga mengangkut hasil panen.

Toto Suharto, Country Manager RMA Indonesia, menyebut mekanisasi bukan lagi opsi. “Ketahanan pangan membutuhkan teknologi tepat,” katanya di tengah hiruk-pikuk pameran. Baginya, OJA 3140 adalah jawaban atas kebutuhan darurat di sektor pertanian yang mulai kehabisan nafas.

Data BPS triwulan I-2026 mencatat kontribusi pertanian terhadap PDB nasional mencapai 12,67 persen. Angka ini mengokohkan posisi sektor hijau sebagai tulang punggung ekonomi. Namun ironi, di balik angka besar itu, petani justru berjuang dengan peralatan usang dan keterbatasan tangan pekerja.

Mahindra OJA 3140 hadir dengan mesin 29,5 kW atau setara 40 HP. Transmisi Synchroshuttle delapan percepatan maju dan delapan mundur membuat traktor ini lincah di berbagai medan. Ground clearance 370 mm memungkinkannya melewati lumpur dan genangan tanpa hamb trelalu berarti.

Kapasitas angkat hingga 950 kilogram menjadikan traktor ini andalan untuk berbagai keperluan. Dari menarik bajak, mengangkut pupuk, hingga menghela logistik di area persawahan. Semua dilakukan dengan efisiensi bahan bakar yang dioptimalkan untuk kantong petani kecil dan menengah.

Yang menarik, OJA 3140 dipadukan dengan rotavator Mahindra Paddyvator V6. Lebar kerja 170 mm memberikan presisi tinggi dalam pengolahan lahan basah. Kombinasi ini memungkinkan satu petani melakukan pekerjaan yang biasanya butuh lima orang dalam waktu setengah hari.

Mahindra bukan nama asing di dunia mekanisasi. Produsen traktor terbesar dunia berdasarkan volume produksi itu telah mengabdi selama 80 tahun. Kini, pengalaman global itu diturunkan ke Indonesia melalui kemitraan strategis dengan RMA yang dimulai tahun lalu.

RMA Indonesia berkomitmen memperluas jaringan distribusi hingga pelosok. Bukan hanya menjual, tapi memastikan layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang. Toto menegaskan, OJA 3140 hanyalah awal dari modernisasi pertanian yang lebih masif di masa depan.

Dengan traktor ini, Mahindra dan RMA ingin mengubah narasi. Bahwa petani Indonesia tak perlu lagi menunggu hujan atau mengandalkan tenaga kerbau. Di tangan mereka kini ada kekuatan mekanik yang siap membawa pertanian nasional ke level produktivitas baru yang lebih berkelanjutan.