Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia, Mahendra Siregar,di Markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Jenewa. (Foto: PTRI Jenewa)

SinarHarapan.id – Indonesia mendukung penguatan peran negara-negara berkembang atau Global South untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. Sikap tersebut ditegaskan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia, Mahendra Siregar,di Markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Jenewa, 12-14 Juni 2024.

“Indonesia mendukung dunia yang berdasar multilateral rules-based order, namun perlu dikalibrasi melalui penguatan peran Global South untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan,” kata Siregar yang hadir sebagai pembicara kunci pada UN Trade and Development (UNCTAD), 60 Global Leaders Forum (GLF) di Markas PBB tersebut.

Pertemuan GLF diselenggarakan dalam memperingati 60 tahun lahirnya UN Trade and Development (UNCTAD) yang merupakan badan PBB yang bertanggung jawab untuk isu perdagangan dan pembangunan, dengan fokus pembangunan negara berkembang.

Pertemuan dihadiri Sekjen PBB Antonio Guterres, berbagai kepala negara seperti Presiden Swiss, Madagaskar, Komoros, PM Timor Leste, dan Wakil Presiden Kosta Rica, serta para menteri dan delegasi dari 195 negara UNCTAD.

Dalam kegiatan tersebut dibahas berbagai topik terkait pembangunan, mulai dari pendanaan pembangunan, digitalisasi, perdagangan, yang penting bagi negara berkembang.

Indonesia juga menyampaikan pentingnya peran UNCTAD dan penguatan Global South. Antara lain melalui tiga aspek kebijakan pembangunan yakni hilirisasi mineral kritis, transisi energi terbaharukan yang terjangkau, dan peran multilateral development banks. Termasuk dalam tata kelola transaksi local and foreign currency guna menanggulangi berbagai risiko dan inflasi yang dialami negara berkembang.

Wakil Tetap RI di Jenewa, Duta Besar Febrian A. Ruddyard. (Foto: PTRI Jenewa)

Wakil Tetap RI di Jenewa, Duta Besar Febrian A. Ruddyard, selaku Presiden Trade and Development Board, yang merupakan badan eksekutif UNCTAD, juga menyampaikan pentingnya UNCTAD sebagai “Beacon of Hope” negara berkembang.

Dubes Ruddyard juga menekankan pentingnya redoubling efforts untuk memperkuat prinsip solidaritas, kerja sama dan shared prosperity di antara negara Global South. Untuk Indonesia sendiri, kerja sama UNCTAD dan Indonesia terus meningkat dan dapat digunakan untuk pengarusutamaan berbagai kepentingan Indonesia dan negara berkembang.

Di sela-sela pertemuan juga diadakan peringatan lahirnya the Group of G77 and China. Lahirnya UNCTAD beririsan dengan lahirnya G77 and China yang merupakan aliansi terbesar yang berfokus pada memajukan kepentingan dan kebutuhan negara berkembang di berbagai sektor strategis, termasuk perdagangan dan pembangunan.

Tahun ini, G77 and China di berbagai chapters: Jenewa, New York, Paris, Austria dan Nairobi juga rayakan peringatan 60 tahun melalui berbagai kegiatan, press release dan diskusi untuk perkuat peran G77 and China dalam perkuat solidaritas global south dalam dunia multilateral. (nat)

(Sumber: PTRI Jenewa)