SinarHarapan.id – PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) mencatatkan kinerja penjualan yang positif pada periode Kuartal I-2026. Berdasarkan laporan perusahaan, tren penjualan pada awal tahun ini menunjukkan pertumbuhan yang solid seiring dengan peningkatan permintaan di sektor otomotif dan manufaktur. Memasuki awal tahun 2026, industri otomotif nasional mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meskipun masih dibayangi tekanan geopolitik global. Di tengah kondisi tersebut, Perseroan berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid dengan pertumbuhan signifikan pada penjualan dan laba bersih.

Berdasarkan laporan keuangan PT Garuda Metalindo Tbk, kuartal I 2026, Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar 422,68, meningkat 14,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 368,90. Kinerja laba bersih juga melonjak tajam menjadi 37,13 dari sebelumnya 27,25, atau tumbuh 36,26 persen secara tahunan.
Dari sisi neraca, total aset Perseroan tercatat mencapai 1.712,73, meningkat 27,91 persen dibandingkan posisi sebelumnya sebesar 1.339,04. Sementara itu, total liabilitas juga mengalami kenaikan menjadi 623,00 dari 423,85, atau tumbuh 46,98 persen.

Pemulihan industri otomotif roda empat menjadi salah satu faktor pendorong kinerja ini. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan mobil secara wholesale hingga kuartal I 2026 mencapai 209.021 unit, tumbuh 1,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, penjualan sepeda motor mengalami kontraksi sebesar 4,11 persen menjadi 1,61 juta unit, berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).
Manajemen Perseroan menyebutkan bahwa peningkatan kinerja didorong oleh naiknya pangsa pasar di segmen kendaraan roda empat, baik penumpang maupun komersial, serta kontribusi dari ekspor. Selain itu, stabilitas harga bahan baku dan efisiensi biaya operasional turut berperan dalam meningkatkan profitabilitas.

Di sisi lain, dinamika global seperti konflik Iran–Amerika Serikat memberikan tekanan terhadap rantai pasok dan biaya logistik. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Perseroan telah mengambil langkah strategis, termasuk menjalin kontrak jangka panjang dengan pemasok, meningkatkan efisiensi produksi, serta melakukan penyesuaian harga jual secara selektif.
Ke depan, Perseroan tetap optimistis terhadap prospek bisnis. Fokus pengembangan diarahkan pada peningkatan ekspor, penetrasi ke industri alat berat dan infrastruktur, serta pemanfaatan peluang dari pertumbuhan kendaraan listrik (EV). Sejumlah produsen otomotif global seperti Wuling, BYD, dan Chery yang mulai berinvestasi di Indonesia dinilai akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan bisnis.

Dengan strategi ekspansi yang agresif dan dukungan pasar domestik yang besar, Perseroan menargetkan peningkatan pangsa pasar, baik di dalam negeri maupun internasional, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan India.




