Ekonomi

Prodia Gelar RUPS Tahunan: Dividen 70% dan Susunan Direksi Baru Disetujui

×

Prodia Gelar RUPS Tahunan: Dividen 70% dan Susunan Direksi Baru Disetujui

Sebarkan artikel ini
Usai Tebar Dividen Rp144 Miliar, Prodia Bertransformasi untuk Percepat Pertumbuhan.(Doc)
Usai Tebar Dividen Rp144 Miliar, Prodia Bertransformasi untuk Percepat Pertumbuhan.(Doc)

SinarHarapan.id- PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 di Jakarta, Rabu (23/4). Dalam rapat yang berlangsung di kantor pusat tersebut, para pemegang saham menyetujui dua keputusan strategis: pembagian dividen tinggi dan perubahan susunan direksi serta komisaris.

Apa yang diputuskan? Pemegang saham menyetujui dividen tunai sebesar 70% dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Nilainya mencapai lebih dari Rp144 miliar atau setara Rp162,68 per lembar saham. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rasio dividen periode sebelumnya. Selain itu, susunan direksi dan dewan komisaris juga dirombak untuk mempercepat akselerasi bisnis.

Siapa saja jajaran baru? Dalam struktur teranyar, Liana Kuswandi dipercaya sebagai Direktur Utama. Marina Eka Amalia menjabat Direktur Keuangan & Keberlanjutan, Indriyanti Rafi Sukmawati sebagai Direktur Komersial & Kemitraan, Andri Hidayat sebagai Direktur Solusi Terintegrasi & Diagnostik, serta Ida Zuraida sebagai Direktur Pengembangan SDM & Organisasi. Sementara itu, Andi Widjaja tetap menjabat Komisaris Utama.

Mengapa langkah ini diambil? Liana Kuswandi menjelaskan, perubahan organisasi bertujuan membuat perseroan semakin lincah menghadapi dinamika bisnis kesehatan yang makin menantang. “Kami ingin struktur yang efisien, terintegrasi, dan selaras dengan arah bisnis perseroan. Dengan tata kelola yang transparan, kami optimis menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham,” ujarnya.

Bagaimana kinerja Prodia sepanjang 2025? Sepanjang tahun lalu, Proodia meluncurkan 38 tes baru, menghadirkan Prodia Clinical Multiomics Center (PCMC) berbasis spektrometri, serta memperluas jaringan menjadi 402 outlet di 34 provinsi. Kemitraan internasional juga menjangkau Malaysia dan Timor Leste. Aplikasi U by Prodia mencatat kenaikan unduhan lebih dari 70 persen (year-on-year). Prodia juga mengakuisisi 30 persen saham PT Prodia Stemcell Indonesia (ProSTEM) untuk terapi regeneratif.

Baca juga : Satu Aplikasi untuk Semua Kebutuhan: U by Prodia Kini Punya Fitur Belanja Kesehatan

Ke mana arah Prodia di 2026? Perseroan akan memperluas precision medicine melalui klinik spesialis, seperti Klinik Stem Cell serta Klinik Autoimun & Longevity. Volume tes esoterik dan layanan diagnostik kompleks (genomik & multiomics) juga akan ditingkatkan.

Direktur Keuangan & Keberlanjutan, Marina Eka Amalia, menambahkan bahwa Prodia fokus pada layanan berbasis digital dan pengelolaan investasi terarah. “Setiap langkah ekspansi kami rancang selektif agar menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pelanggan dan pemegang saham,” tegasnya.

Dengan kombinasi dividen menarik, kepemimpinan baru, dan inovasi layanan presisi, Prodia optimistis memperkuat posisinya sebagai pemimpin diagnostik nasional.