SinarHarapan.id-PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2 baru-baru ini meluncurkan program “Pegadaian Peduli Rumah Ibadah” untuk masjid di Jakarta dan Banten. Program berjalan serentak di lima area. Bantuan menyentuh langsung kebutuhan jamaah. Langkah ini menegaskan peran perusahaan sebagai agen pembangunan sosial, bukan sekadar penyedia layanan keuangan.
Program ini menyasar Area Kali Deres, Cireundeu, Tangerang, Tanjung Priok, dan Kebayoran Baru. Setiap unit bergerak bersama. Sasaran utamanya rumah ibadah yang membutuhkan perbaikan. Lewat kebijakan ini, Pegadaian ingin menciptakan lingkungan inklusif, harmonis, dan berkelanjutan. Bantuan tidak berhenti pada seremonial, tetapi menyentuh kebutuhan nyata.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2, Maryono, menyebut program dirancang memberi dampak sosial jangka panjang. Dampak itu selaras dengan target Sustainable Development Goals perusahaan soal kota dan pemukiman berkelanjutan. Ia menegaskan rumah ibadah adalah pusat peradaban. Tempat pembentukan karakter dan titik temu sosial masyarakat.
“Program Pegadaian Peduli Rumah Ibadah merupakan komitmen transformasi kami,” ujar Maryono. Bantuan renovasi fisik tempat ibadah diarahkan menjadi pembangunan infrastruktur kota yang berkelanjutan dan ramah semua golongan. Ia ingin kehadiran Pegadaian membawa kemanfaatan konkret bagi masyarakat luas. Tempat ibadah layak, aman, dan nyaman jadi prioritas.
Baca juga :Emas Jadi Mesin Pertumbuhan: Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Catat Lonjakan Bisnis 22,6 Persen
Maryono menambahkan keterlibatan insan Pegadaian adalah aktualisasi budaya kerja berorientasi value creation. Ia ingin memastikan pegawai unggul secara profesional, sekaligus peka terhadap persoalan sosial. Program ini menjadi ruang nyata untuk hadir membantu sesama. Nilai tambah perusahaan diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan hanya laba.

Program difokuskan pada tiga pilar utama. Pertama, renovasi seperti perbaikan atap, pengecatan ulang dinding dan fasad, serta perbaikan fasilitas air, toilet, dan tempat wudhu. Pilar ini memastikan bangunan ibadah kembali layak dan nyaman digunakan jamaah. Kualitas fisik rumah ibadah menjadi dasar kegiatan keagamaan dan sosial.
Kedua, pengadaan sarana dan prasarana, seperti karpet baru, genset, sound system, atau AC. Fasilitas itu membuat jamaah beribadah lebih nyaman. Ketiga, penyediaan fasilitas ramah difabel, termasuk ramp untuk kursi roda serta handrail di toilet dan tangga. Pilar ini menunjukkan keberpihakan kepada penyandang disabilitas dan lansia.
Penyediaan fasilitas ramah difabel menjadi pilar krusial. Pegadaian ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses rumah ibadah tanpa hambatan fisik. Tak hanya penyandang disabilitas, lansia pun merasakan manfaat langsung. Ruang ibadah yang inklusif memperkuat rasa keadilan sosial. Akses setara adalah hak semua orang. Tanpa terkecuali.
Melalui program ini, PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 berharap rumah ibadah yang direnovasi menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Tempat itu diharapkan lebih hidup, aman, dan inklusif. Langkah ini sejalan dengan semangat Pegadaian tumbuh bersama masyarakat Indonesia. Bukan hanya bangunan, tetapi juga harapan baru warga.
PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2 berkomitmen menggulirkan program TJSL inovatif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Tujuannya mendukung kesejahteraan masyarakat yang merata. Komitmen sosial ini menjadi wajah perusahaan di tengah masyarakat. Pegadaian terus bergerak bersama bangsa. Dari rumah ibadah, kepedulian itu tumbuh dan menguat.











