SinarHarapan.id-PT Sun Life Financial Indonesia resmi memisahkan unit usaha syariahnya menjadi PT Sun Life Financial Syariah Indonesia atau Sunlife Syariah. Peluncuran di HijrahFest LinkUp 2026, Jakarta, menandai babak baru perlindungan syariah yang lebih mandiri, fokus, dan dekat dengan keluarga Muslim Indonesia yang selama ini tumbuh dalam naungan perusahaan induk.
Langkah itu mempertegas komitmen perusahaan menghadirkan solusi perlindungan syariah yang relevan, sekaligus mendukung literasi dan inklusi keuangan syariah. Sunlife Syariah mengusung semangat “Ikhtiar Anda, Kami Jaga dengan Amanah” sebagai janji utama kepada peserta dan masyarakat luas yang ingin masa depan lebih tenang dan terlindungi.
Sebagai entitas mandiri, Sunlife Syariah memiliki Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah sendiri serta berada di bawah pengawasan OJK. Rasio RBC 301 persen, di atas ketentuan minimum 120 persen, menjadi penopang kepercayaan peserta terhadap perlindungan jangka panjang yang amanah dan terukur.
Jaringan distribusi dibangun melalui kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia, CIMB Niaga Syariah, dan Bank Syariah Nasional, serta kanal agensi. Dukungan 487 tenaga pemasar syariah tersertifikasi dan 14 Kantor Pemasaran Mandiri Syariah memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan syariah yang mudah dijangkau dan dekat dengan kebutuhan keluarga.
Potensi pasar masih besar. Data OJK yang dipublikasikan AASI menunjukkan kontribusi industri asuransi syariah Rp11,72 triliun pada semester I 2026, sementara aset tumbuh 7,09 persen secara tahunan menjadi Rp50,90 triliun per Juni 2026. Angka itu menegaskan ruang pertumbuhan yang terbuka lebar bagi perlindungan berbasis syariah.
Namun, SNLIK 2026 mencatat indeks literasi keuangan syariah 43,07 persen dan inklusi 13,24 persen. Kesenjangan itu menjadi pijakan Sunlife Syariah untuk mendekatkan pemahaman, memperluas akses, dan memastikan lebih banyak keluarga benar-benar terlindungi melalui edukasi dan pendampingan yang transparan serta berkelanjutan.
Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo mengatakan spin-off memungkinkan perusahaan lebih fokus mengembangkan solusi perlindungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Kami ingin mendorong pemahaman yang lebih baik mengenai perlindungan syariah dan memperluas aksesnya,” ujarnya, agar keluarga tidak hanya memahami, tetapi juga terlindungi.(1/11)

Amanah dijalankan melalui nilai operasional BAIT: Berkah, Amanah, Ikhtiar, dan Tawakal. Nilai itu menjadi landasan menghadirkan perlindungan sesuai kebutuhan, informasi transparan, serta pendampingan pada berbagai tahap kehidupan: jiwa, kesehatan, pendidikan, haji, warisan, dan dana hari tua, termasuk bagi generasi sandwich.
Baca juga :Sun Life Indonesia Ungkap Kunci Ajarkan Warisan Bertahap Sesuai Usia Anak
Presiden Direktur Sunlife Syariah Agung Prambudi menegaskan Amanah bukan sekadar pesan, melainkan cara perusahaan melayani. Melalui ta’awun, sebagian kontribusi peserta dialokasikan ke dana tabarru’ sesuai akad dan ketentuan Syariah, sehingga peserta saling membantu ketika menghadapi risiko yang dijamin dan menebarkan kebaikan lebih luas.
Peluncuran bertepatan dengan pembaruan identitas global Sun Life menjadi “Sunlife” dan semangat “Making Life Brighter”. Polis, manfaat, dan hak peserta tetap berlaku. “Berlandaskan Amanah, kami berkomitmen menghadirkan perlindungan yang transparan, mudah dipahami, dan dapat diandalkan,” kata Agung, agar setiap ikhtiar keluarga Indonesia terjaga.



