SinarHarapan.id-Putera Sampoerna Foundation (PSF) kembali galang komitmen tingkatkan kualitas pendidikan lewat kampanye #StandWithTeachers. Mereka gelar talkshow inspiratif dan workshop ‘teacherpreneur’ dalam rangka Hari Guru Nasional. Kegiatan ini beri bekal guru kembangkan peluang usaha dari keahlian mereka.
PSF meyakini pemberian ruang dan dukungan bakal tingkatkan kesejahteraan hidup para guru. Mereka pun tegaskan guru memegang peran strategis bentuk ekosistem pendidikan yang lebih kuat. Pemberdayaan ini pada akhirnya akan berdampak langsung pada karakter dan daya saing generasi penerus.
Head of Program Development PSF Juliana ungkap kampanye ini hadir karena guru belum dapat dukungan optimal. Banyak guru masih hadapi keterbatasan pelatihan, peluang berkarya, hingga kemandirian finansial. Padahal, guru merupakan fondasi utama kualitas pendidikan di Indonesia.(4/12)
Praktisi Pendidikan Galih Sulistyaningra bagikan pengalamannya beralih dari guru SD menjadi content creator. Ia mengajak guru lain untuk mulai berkarya mandiri di luar kelas dengan mengembangkan kompetensi relevan. Galih tekankan pentingnya mengasah hard skill dan soft skill sesuai tujuan.
Galih juga sarankan guru hindari kebiasaan multitasking agar hasil karya lebih optimal. Ia menganjurkan penerapan time blocking untuk atur waktu secara efektif. Guru bisa jadwalkan waktu khusus di akhir pekan untuk fokus pada satu kegiatan produktif.
Bergabung dengan komunitas terkait seperti Guru Binar jadi saran berikutnya. Galih jelaskan komunitas jadi wadah bagi guru untuk saling berbagi pengalaman dan belajar bersama. Interaksi ini dapat memperluas wawasan dan jaringan sesama pendidik.
Memiliki support system yang kuat dari keluarga hingga rekan kerja juga sangat penting. Galih bercerita suaminya selalu bantu perjalanan kariernya sebagai content creator edukasi. Dukungan ini dinilai krusial untuk produktivitas dan pengembangan karier.
Pemahaman terhadap kebijakan daerah tempat bertugas juga tak kalah vital. Galih sarankan hal ini bantu guru ambil keputusan tepat dalam pelaksanaan tugas. Aturan otonomi daerah bisa berpengaruh pada karya yang guru kembangkan di luar kelas.
PSF tutup rangkaian dengan workshop “Guru Bermimpi, Guru Berdaya” yang bawakan Dewi Meisari Haryanti. Workshop ini beri pemahaman cara tingkatkan kesejahteraan lewat manajemen keuangan yang baik. Guru diajak mencari penghasilan tambahan dari komisi penjualan, jasa, hingga menjual konten pembelajaran.
PSF tegaskan komitmen mendorong masyarakat ubah apresiasi jadi aksi nyata solidaritas. Mereka harap dukungan ini bisa dirasakan langsung oleh para guru di lapangan. Kampanye ini merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan Indonesia.



