Nasional

Tak Ada Bukti Klinis! Pakar ITB Bantah Isu BPA di Galon PC Sebabkan Kanker

×

Tak Ada Bukti Klinis! Pakar ITB Bantah Isu BPA di Galon PC Sebabkan Kanker

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id-Isu mengenai bahaya Bisphenol A (BPA) yang dikaitkan dengan penggunaan galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC) kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Namun, Guru Besar Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Johnner Sitompul, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti klinis yang secara langsung menghubungkan paparan BPA dari galon PC dengan gangguan hormon, reproduksi, ataupun kanker pada manusia. Ia bahkan menyoroti bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun belum pernah melakukan kajian spesifik terkait hal tersebut. 

Prof. Johnner menjelaskan bahwa masyarakat perlu kritis dalam membedakan antara BPA sebagai senyawa kimia yang berdiri sendiri dengan BPA sebagai unsur pembentuk kemasan polikarbonat. Menurutnya, ketika BPA telah melalui proses polimerisasi menjadi polikarbonat, ikatan kimianya menjadi sangat kuat dan stabil. Hal ini membuat kemungkinan terjadinya migrasi atau luruhnya zat tersebut ke dalam air menjadi sangat kecil, terutama dalam kondisi suhu normal. “Riset itu (bahaya galon PC) belum terlihat, yang banyak itu risiko BPA terhadap bayi, terhadap kelenjar-kelenjar atau hormon terhadap obesitas BPA-nya ya, bukan polikarbonatnya,” tegasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (9/7/2026). 

Ahli yang menempuh pendidikan di University of Wales ini menambahkan, perdebatan yang muncul selama ini kerap mencampuradukkan BPA sebagai bahan penyusun awal (monomer) dengan polikarbonat sebagai produk akhir yang telah melalui reaksi kimia. Ia berpendapat bahwa diperlukan penelitian khusus untuk menguji apakah BPA yang terikat dalam polikarbonat benar-benar dapat bermigrasi ke dalam air pada kondisi penggunaan nyata, bukan hanya berfokus pada BPA murni yang diuji di laboratorium.

Pernyataan pakar ITB ini sejalan dengan hasil penelitian dari Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga (Unair). Studi yang menganalisis pola konsumsi dan kandungan BPA pada 10 merek air minum dalam kemasan (AMDK) yang paling banyak dikonsumsi itu menyimpulkan tidak ada hubungan signifikan antara paparan BPA dari air galon PC dengan risiko gangguan hormon, reproduksi, maupun kanker. 

Bahkan, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kadar BPA yang terdeteksi pada seluruh sampel AMDK masih berada jauh di bawah ambang batas aman yang ditetapkan BPOM, yakni 0,6 mg/kg. Konsentrasi BPA tertinggi yang tercatat hanya sebesar 0,099 μg/L, angka yang masih sangat rendah dan tidak membahayakan kesehatan. BPOM sendiri telah menegaskan bahwa semua kemasan yang beredar di masyarakat aman digunakan selama memiliki izin edar dan memenuhi standar SNI. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa penggunaan galon secara berulang juga tidak terbukti meningkatkan migrasi BPA ke dalam air minum.(Infopublik/IS)