SinarHarapan.id-Jakarta kembali menjadi pusat perhatian sektor energi ASEAN. Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 resmi dibuka Selasa, 22 September 2026, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Acara berlangsung tiga hari, 22–24 September 2026, mempertemukan seluruh pemangku kepentingan energi kawasan.
Pembukaan dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Portfolio Director Enlit Asia Clarion Events Simon Hoare. Turut mendampingi Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dan Director of Distribution PT PLN (Persero) Arsyadany Ghana Akmalaputri. Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah terhadap ketahanan energi.
Tema yang diusung tahun ini adalah “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”. Tema ini menekankan pentingnya membangun sistem energi tangguh menghadapi pertumbuhan kebutuhan listrik, perkembangan industri, infrastruktur digital, serta percepatan transisi energi di kawasan ASEAN yang kian dinamis.
Sejarah Panjang Enlit Asia dan MKI Electricity Connect
Enlit Asia bukan nama baru di industri energi Asia. Sebelumnya dikenal sebagai Power-Gen Asia dan Asian Utility Week, acara ini telah digelar lebih dari dua dekade. Reposisi menjadi Enlit Asia pada 2019 menandai perluasan cakupan dari pembangkitan ke seluruh rantai nilai energi.
MKI Electricity Connect hadir sebagai inisiatif Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI). Forum ini menjadi wadah strategis bagi pelaku ketenagalistrikan nasional. Penggabungan keduanya menciptakan platform unik yang menyatukan kekuatan domestik Indonesia dengan komunitas ASEAN dan internasional yang lebih luas.
Data Kementerian ESDM mencatat kapasitas terpasang pembangkit nasional menembus 100 GW pada 2025. Konsumsi listrik per kapita mencapai 1.408 kWh. Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas 100 GW hingga 2040 dengan bauran energi terbarukan mencapai 75 persen dari total tambahan tersebut.

11.000 Profesional dan 280 Exhibitor Internasional
Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 menghadirkan lebih dari 11.000 profesional sektor energi. Sebanyak 280 exhibitor internasional dari berbagai negara turut ambil bagian. Ratusan pembicara dari berbagai negara akan berbagi wawasan selama tiga hari penyelenggaraan yang padat agenda.
Pameran ini menjadi platform bagi seluruh ekosistem energi untuk bertukar wawasan, mengeksplorasi perkembangan teknologi, serta membangun kolaborasi. Mulai dari pembangkitan, transmisi dan distribusi, modernisasi jaringan, hingga digitalisasi dan pemanfaatan teknologi baru di sektor energi dibahas tuntas.
Simon Hoare menyampaikan apresiasi kepada mitra MKI. Menurutnya, kolaborasi ini menghadirkan sesuatu yang unik. Kekuatan sektor ketenagalistrikan Indonesia digabungkan dengan komunitas ASEAN dan internasional yang lebih luas. Kolaborasi lintas negara menjadi kunci menghadapi tantangan energi ke depan.
Data Center dan Ledakan Permintaan Listrik
Permintaan listrik di Asia Tenggara terus meningkat didorong pertumbuhan ekonomi dan industri. Sektor data center dan infrastruktur digital menjadi motor baru yang permintaannya melonjak tajam. Kawasan ini juga terus menambah kapasitas energi terbarukan dan memperkuat jaringan listrik yang ada.
Pasar data center Asia Tenggara diproyeksikan menembus USD 30 miliar pada 2030. Indonesia menjadi salah satu tujuan utama investasi data center di kawasan. Kebutuhan listrik untuk data center diproyeksikan tumbuh 20–25 persen per tahun dalam lima tahun mendatang.
Simon menegaskan Indonesia berada di pusat perubahan tersebut. Enlit Asia mempertemukan pembuat kebijakan, operator sistem ketenagalistrikan, pengembang proyek, investor, dan penyedia teknologi. Mereka berbagi pengalaman praktis dan membahas tantangan industri secara terbuka.
Empat Jalur Konferensi Utama
Strategic Summit menjadi agenda utama selama tiga hari. Empat jalur konferensi utama disiapkan: Grid Modernisation, Clean & Thermal Generation, Powering Industries & Decarbonisation, serta Digitalisation & AI. Setiap jalur membahas tantangan spesifik dan solusi konkret bagi industri energi kawasan.
Grid Modernisation membahas modernisasi jaringan untuk mengakomodasi energi terbarukan. Clean & Thermal Generation menyoroti transisi pembangkit menuju teknologi bersih. Powering Industries & Decarbonisation mengangkat dekarbonisasi sektor industri. Digitalisation & AI mengeksplorasi kecerdasan buatan untuk optimasi energi.
Berbagai forum khusus juga digelar bersamaan. Nickel Power Forum membahas rantai pasok nikel untuk baterai dan energi. 2nd Nuclear Forum mengangkat pengembangan energi nuklir. Clean Energy Investor Agora mempertemukan investor dengan pengembang proyek energi bersih. DC X POWER hadir perdana sebagai forum khusus data center.
Manfaat bagi Indonesia dan ASEAN
Bagi Indonesia, acara ini menjadi ruang memperkuat posisi sebagai pemain kunci transisi energi ASEAN. Investasi dan kerja sama yang terjalin berpotensi mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan nasional. Target net zero emission 2060 membutuhkan dukungan teknologi dan pendanaan yang besar.
Bagi negara ASEAN, forum ini membuka peluang kerja sama lintas batas. Interkoneksi listrik ASEAN seperti LTMS dan BIMP-EAGA membutuhkan koordinasi kebijakan dan teknologi. Pertemuan tingkat tinggi dalam empat bagian mempertemukan pemerintah, regulator, CEO utilitas, dan organisasi internasional.
Bagi pelaku industri, pameran teknologi dan sesi business matching membuka peluang ekspansi. Penyedia teknologi dapat memperkenalkan solusi terbaru. Investor dapat menemukan proyek potensial. Akademisi dan peneliti memperoleh wawasan perkembangan terkini. Semua pihak memperoleh manfaat nyata.
Summit menghadirkan lebih dari 300 pembicara ahli dari perusahaan utilitas terkemuka, pemerintahan, perusahaan teknologi, dan organisasi internasional. Mereka berbagi perspektif tentang ketahanan energi regional, investasi infrastruktur, kerja sama ketenagalistrikan lintas negara, serta kebijakan yang membentuk masa depan sistem ketenagalistrikan ASEAN.
Menuju Sistem Energi yang Andal dan Berkelanjutan
Melalui rangkaian diskusi, pameran, dan pertemuan bisnis, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 diharapkan memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan. Implementasi solusi yang mendukung sistem energi Indonesia dan ASEAN yang semakin andal, tangguh, terjangkau, dan berkelanjutan menjadi tujuan utama seluruh agenda.
Tiga hari penyelenggaraan menjadi momentum refleksi dan perencanaan. Tantangan transisi energi tidak dapat diselesaikan sendiri oleh satu negara. Kolaborasi regional menjadi kunci. Jakarta melalui ICE BSD City menjadi saksi komitmen ASEAN membangun masa depan energi yang lebih baik dan berdaulat.




