Nasional

i3L University Gelar iCS 2026, Wadah Inovasi Bioteknologi Siswa SMA Tingkat Nasional

×

i3L University Gelar iCS 2026, Wadah Inovasi Bioteknologi Siswa SMA Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini

Sebuah kempetisi ilmiah tingkat SMU untuk mengeksplorasi bioteknologi dalam menciptakan masa depan yang lebih sehat, aman, dan ramah lingkungan.

Finalis iCS 2026 bersama para juri pada Babak Final yang diselenggarakan di i3L University. Foto: Istimewa

SinarHarapan.id- i3L University kembali sukses menyelenggarakan i3L Competition Series (iCS) 2026: Sustainable BioFutures, sebuah kompetisi ilmiah tingkat nasional yang mempertemukan
siswa SMA dari berbagai daerah di Indonesia.
Mengusung tema “Sustainable BioFutures” dengan tagline “Shaping Tomorrow Through Sustainable Innovation!”, ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengeksplorasi kontribusi prinsip biologi dan bioteknologi dalam menciptakan masa depan yang lebih sehat, aman, dan ramah lingkungan.

Kompetisi tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga sejak pertama kali diadakan, didukung penuh oleh Program Studi Biotechnology serta dosen lintas disiplin i3L University yang bertindak sebagai dewan juri.

Dalam pelaksanaannya, iCS 2026 menggabungkan pendekatan sains dan bisnis untuk mendorong para peserta menciptakan solusi yang tidak hanya kuat secara konsep ilmiah, tetapi juga aplikatif serta berdampak dalam menyelesaikan masalah di dunia nyata. Kompetisi ini diikuti oleh siswa SMA kelas 10–12 yang berfokus pada pengembangan ide relevan terhadap isu keberlanjutan, lingkungan, dan teknologi berbasis biologi.

Foto: IsIstimewa

Rangkaian acara terdiri dari tiga
tahap, yaitu preliminary, semifinal pada 9–10 Mei 2026, dan babak final yang berlangsung pada 20 Juni 2026. Pada tahap semifinal, peserta juga dibekali sesi sharing session bersama Ilham Maulana dari Generasi Energi Bersih bertema “Empowering Young Innovators to Drive Real Change” untuk memberikan perspektif mengenai inovasi yang berdampak langsung bagi
masyarakat.

Antusiasme generasi muda terhadap kompetisi ini terbukti sangat tinggi. iCS 2026 mencatat partisipasi total 146 tim pendaftar yang terdiri dari 600 siswa SMA dari 60 sekolah di 20 kota di Indonesia. Setelah melalui proses seleksi ketat, terpilih 84 tim semifinalis hingga akhirnya menyisakan 10 tim terbaik yang melaju ke babak final. Proses penilaian dilakukan secara objektif oleh dewan juri yang melibatkan dosen-dosen i3L University, praktisi industri Dhammiko Wonggo (Biopharmaceutical Technology Scientist PT Dexa Medica), serta perwakilan dari Generasi Energi Bersih, yaitu Rosiana Agustin dan Izzatia Zikra Wahyuni.

Berdasarkan hasil penjurian akhir, SMA Regina Pacis Bogor berhasil keluar sebagai Juara 1, disusul oleh Ekumene Christian School sebagai Juara 2, Santa Angela Bandung sebagai Juara 3, dan Tzu Chi School PIK yang meraih predikat Juara Favorit.

Kepala Program Studi Biotechnology i3L University, Dina Hermawaty, menyampaikan apresiasi mendalam atas kreativitas para peserta yang mampu merespons kebutuhan nyata di sekitar mereka melalui ide-ide yang relevan, praktis, dan berdampak.
“Hal yang membuat kompetisi tahun ini terasa istimewa adalah bagaimana para siswa mampu merespons kebutuhan nyata di sekitar mereka melalui ide-ide yang tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan, praktis, dan berdampak,” ujar Dina Hermawaty.
Ia menambahkan bahwa inovasi para finalis menunjukkan kualitas yang sangat mengesankan, terutama di tengah keterbatasan alat dan bahan yang tersedia. Sebagai bukti nyata, tim Regina Pacis Bogor yang meraih juara pertama berhasil mengembangkan wadah makanan pintar yang dapat mendeteksi gas pembusukan akibat mikroba untuk mengurangi limbah pangan sekaligus meningkatkan keamanan makanan. Sementara itu, Ekumene Christian School selaku juara kedua merancang alat penjernih air portabel berbahan ampas kopi sebagai solusi terjangkau bagi daerah terpencil dan wilayah terdampak bencana.
Tak kalah inovatif, Santa Angela
Bandung di posisi ketiga memperkenalkan Bucha-Bite, produk permen gummy berbasis kombucha dengan kemasan biodegradable dari kelebihan SCOBY yang merepresentasikan konsep zero waste.

Prototipe alat penjernih air portabel berbahan ampas kopi oleh tim Juara 2 iCS 2026. Foto: Istimewa

Seluruh karya dari para semifinalis dan finalis ini menegaskan tingginya kualitas inovasi serta besar potensi generasi muda Indonesia dalam bidang bioteknologi berkelanjutan.

Melalui platform iCS, i3L University berharap dapat terus menginspirasi lahirnya inovasi yang orisinal, aplikatif, dan berdampak luas, sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda akan pentingnya aspek keberlanjutan (sustainability) dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Suksesnya iCS 2026 ini juga tidak lepas dari dukungan Fitbar, Criscito, Enseval, BTN, ERHA Store, dan Hydrococo selaku sponsor; Kompasiana dan Greeneration Foundation sebagai  media partner; serta Generasi Energi Bersih sebagai community partner