Internasional

Indonesia dan Gambia Perkuat Kerja Sama Ketahanan Pangan, Perdagangan, dan Pengembangan SDM

×

Indonesia dan Gambia Perkuat Kerja Sama Ketahanan Pangan, Perdagangan, dan Pengembangan SDM

Sebarkan artikel ini

Sidang Komisi Bersama ke-2 di Banjul menghasilkan kesepakatan strategis, mulai dari revitalisasi pusat pelatihan pertanian hingga perluasan akses pasar Indonesia ke Afrika Barat.

SinarHarapan.id –  Indonesia dan Gambia menyepakati serangkaian langkah konkret untuk memperkuat kerja sama di bidang ketahanan pangan, perdagangan, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-2 yang berlangsung di Banjul, Gambia, pada 30 Juni–1 Juli 2026.

Pertemuan tersebut dipimpin bersama oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Internasional, dan Warga Negara Gambia di Luar Negeri, Sering Modou Njie.

Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir, yang akrab disapa Wamenlu Tata, mengatakan pertemuan tersebut mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk terus mempererat hubungan diplomatik yang telah terjalin sejak 1982.

“Pertemuan mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk semakin mempererat hubungan diplomatik yang telah terjalin erat sejak 1982, dan dilandasi semangat persahabatan, solidaritas, dan saling menghormati yang sejalan dengan Semangat Bandung,” ujar Wamenlu Tata.

Perluas Kerja Sama Strategis

Sidang Komisi Bersama menghasilkan sejumlah capaian penting, antara lain penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) General Framework of Cooperation Indonesia-Gambia, peresmian kembali Agricultural Rural Farmers Training Centre (ARFTC) di Jenoi, Gambia, serta komitmen memperluas akses ekonomi Indonesia ke kawasan Afrika Barat.

MoU tersebut akan menjadi landasan baru bagi pengembangan kerja sama bilateral di berbagai sektor sekaligus memberikan kerangka yang lebih jelas bagi kementerian dan lembaga kedua negara dalam merealisasikan berbagai program kerja sama di masa mendatang.

Indonesia juga menyambut baik rencana penunjukan Konsul Kehormatan Gambia di Jakarta. Kehadiran perwakilan tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan kekonsuleran sekaligus meningkatkan hubungan antarmasyarakat dan dunia usaha kedua negara.

Dorong Akses Pasar Afrika Barat

Di bidang ekonomi, Indonesia mendorong pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) dengan Economic Community of West African States (ECOWAS) guna memperluas akses pasar produk Indonesia ke kawasan Afrika Barat yang memiliki populasi lebih dari 450 juta jiwa.

Pemerintah Gambia menyatakan kesiapannya untuk mendukung dan memfasilitasi proses tersebut. Selain itu, kedua negara juga sepakat memperkuat kolaborasi antardaerah, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kerja sama antarsektor swasta.

Indonesia Dukung Pengembangan Diplomat Gambia

Pada sektor pengembangan SDM, Indonesia menyambut rencana pendirian Foreign Service Academy of The Gambia. Indonesia menyatakan kesiapan untuk berbagi pengalaman, mendukung penyusunan kurikulum, serta memberikan pelatihan diplomatik bagi Gambia.

“Kami menyambut partisipasi diplomat Gambia dalam International Mid-Career Diplomat Training yang akan diselenggarakan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri RI pada tahun ini,” tutur Wamenlu Tata.

Perkuat Hubungan Antarmasyarakat

Dalam rangka memperkuat hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact) sekaligus kerja sama pendidikan dan riset, Wamenlu Tata juga mengunjungi The University of The Gambia (UTG) dan menyaksikan peresmian Asosiasi Alumni Pelajar Gambia-Indonesia (Alumni Association of Gambia-Indonesia Students atau AL-GAMINDAS).

Menurut Wamenlu Tata, jejaring alumni tersebut akan menjadi modal penting dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara.

“Jejaring alumni ini akan menjadi aset berharga dalam hubungan bilateral Indonesia dan Gambia,” ujarnya.

Melalui berbagai capaian konkret dalam Sidang Komisi Bersama ke-2 ini, Indonesia dan Gambia menegaskan komitmen untuk menjadikan kemitraan Selatan-Selatan tidak hanya sebagai prinsip diplomasi, tetapi juga sebagai kerja sama nyata yang memberikan manfaat langsung bagi petani, pelaku usaha, mahasiswa, dan masyarakat kedua negara.