Network

Presiden Prabowo Tunjuk Yosep Purnama Kelola 500.000 Hektar untuk Program Susu Nasional

×

Presiden Prabowo Tunjuk Yosep Purnama Kelola 500.000 Hektar untuk Program Susu Nasional

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id-Presiden Prabowo Subianto memanggil ahli pakan Yosep Purnama untuk rapat terbatas di Istana. Pertemuan ini membahas akselerasi program Swasembada Pangan Nasional. Hadir dalam rapat tersebut Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan jajaran lainnya.

Pemerintah menargetkan produksi satu juta liter susu per hari. Target ini menjadi fondasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Integrasi teknologi pakan dan manajemen peternakan modern menjadi kunci utamanya.

Presiden secara resmi menugaskan Yosep Purnama mengelola 500.000 hektare lahan. Ia juga mendapat mandat mengurus 67.000 ekor sapi negara. Program staging farm skala besar ini menjadi tulang punggung swasembada susu.

Yosep menegaskan percepatan swasembada susu dan daging sebagai prioritas. Ia menekankan kebutuhan model peternakan modern dan terukur. Program ini bertujuan memastikan suplai gizi nasional tetap stabil.

Yosep menyatakan pakan menjadi faktor kunci keberlanjutan swasembada pangan. Biaya pakan menyumbang 60 persen dari total biaya produksi protein hewani. Efisiensi di sektor pakan akan mendongkrak daya saing peternakan.

Ia berkomitmen membangun model peternakan skala besar yang efisien dan produktif. Program ini akan melibatkan unsur usaha berbasis kerakyatan. Dukungan penuh pemerintah dan teknologi diharapkan dapat mewujudkan target.

PT Tumuwuh Persada Utama – LAMB ID menjadi mitra strategis pemerintah. Perusahaan ini memproduksi pakan bernutrisi tinggi untuk berbagai ternak. Fokusnya pada efisiensi, profitabilitas peternak, dan keberlanjutan lingkungan.

LAMB ID menghadirkan inovasi pakan fermentasi LAMDA PKF-110. Inovasi ini hasil kolaborasi dengan peneliti IPB University. Produk tersebut terbukti meningkatkan produksi susu sapi 3-8 liter per hari.

Rapat terbatas ini juga membahas penguatan ekosistem usaha peternakan rakyat. Pemerintah ingin menjaga kestabilan harga pakan, vaksin, dan obat-obatan. Target akhirnya adalah keberlanjutan usaha peternak di seluruh Indonesia.

Program peternakan skala besar ini diharapkan membuka lapangan pekerjaan luas. Gairah peternakan masyarakat juga akan terdongkrak. Roda ekonomi di tingkat akar rumput pun akan ikut bergerak.