“Industri Event Organizer (EO) adalah industri yang jelas-jelas menggerakkan ekonomi bangsa. Sesat logika yang disampaikan oleh yang bersangkutan tentu sangat berbahaya,” ujar Kawendra dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Jumat (3/4/2026).
Pernyataan Said Didu itu disampaikan dalam sebuah acara talkshow di salah satu stasiun televisi nasional. Kawendra menegaskan, tuduhan bahwa industri EO merupakan sarang korupsi sama sekali tidak berdasar dan berpotensi merusak citra sektor ekonomi kreatif yang selama ini menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja.
Menurut data yang dipaparkan Kawendra, industri EO berkontribusi sebesar Rp128 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Sektor ini juga melibatkan lebih dari 14.800 unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta lebih dari 270.000 pekerja event profesional. Di luar itu, masih ada jutaan pekerja lepas atau freelancer yang menggantungkan hidup dari industri penyelenggaraan acara.
“Industri EO itu bukan beban anggaran, melainkan penggerak ekonomi kreatif. Kontribusi terhadap PDB sangat jelas Rp128 triliun,” tegasnya.
Kawendra mengingatkan bahwa arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto justru menempatkan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu tulang punggung penciptaan lapangan kerja baru. Negara, kata dia, harus hadir melindungi sektor produktif yang membuka pekerjaan dan memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.
“Jangan sampai stigma negatif justru melemahkan industri yang sudah terbukti riil menggerakkan ekonomi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kawendra mengaku mempertimbangkan langkah hukum untuk menjaga marwah para pelaku ekonomi kreatif di sektor EO. Ia menyatakan akan meminta Bidang Hukum DPP Gekrafs untuk melaporkan pernyataan Said Didu secara perdata.
“Demi menjaga marwah pejuang ekraf di sektor Event Organizer (EO), saya mempertimbangkan meminta Bidang Hukum DPP Gekrafs melaporkan ini secara perdata,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Said Didu belum memberikan tanggapan resmi terkait ancaman pelaporan tersebut. Namun, unggahan Kawendra ramai dikomentari warganet yang umumnya mendukung langkah pembelaan terhadap industri kreatif tanah air.