Foto

Yayasan Astra Perkuat Ekosistem Otomotif lewat UMKM/IKM dan SDM Unggul

×

Yayasan Astra Perkuat Ekosistem Otomotif lewat UMKM/IKM dan SDM Unggul

Sebarkan artikel ini
Pendamping Yayasan Astra - YDBA saat melakukan pendampingan kepada karyawan PT Bimuda Karya Teknik di Komplek LIK Takaru Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Yayasan Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus memperkuat kapabilitas UMKM/IKM sekaligus membangun SDM unggul agar mampu tumbuh, bersaing, dan menjadi bagian dari rantai pasok industri besar. Foto: SHID/Ruht Semiono

SinarHarapan.id – Ekosistem otomotif nasional tidak hanya dibangun oleh perusahaan berskala besar, tetapi juga oleh UMKM/IKM yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri. Melihat peran strategis tersebut, Yayasan Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus memperkuat kapabilitas UMKM/IKM sekaligus membangun SDM unggul agar mampu tumbuh, bersaing, dan menjadi bagian dari rantai pasok industri besar. Salah satu kisah keberhasilan pembinaan tersebut terlihat dari PT Bimuda Karya Teknik, UMKM/IKM manufaktur asal Tegal, Jawa Tengah, yang kini berhasil berkembang dan masuk dalam rantai pasok industri besar.

Perjalanan PT Bimuda Karya Teknik tidak lepas dari sosok Tri Sukamto. Setelah 22 tahun berkarier di dunia perbankan, keinginan untuk menjadi pengusaha semakin kuat ketika pada 2017 ia ditempatkan sebagai manager Bank Permata di Kabupaten Tegal. Interaksinya dengan nasabah UMKM/IKM membuat Tri melihat peluang besar di sektor industri, khususnya industri logam yang berpotensi mendukung kebutuhan komponen otomotif.

Dorongan Yayasan Astra – YDBA menjadi salah satu titik penting. Setelah berkonsultasi dengan YDBA dan Dinas Perindustrian, PT Bimuda Karya Teknik pada 2 Mei 2018 dan mulai bergabung sebagai binaan YDBA. Saat itu PT Bimuda Karya Teknik bahkan belum memproduksi komponen otomotif. Tri kemudian membangun workshop di Lingkungan Industri Kecil (LIK) Tegal dan mengikuti berbagai pelatihan YDBA, mulai dari manajemen keuangan, proses produksi, hingga pemahaman mengenai Quality, Cost, dan Delivery (QCD) sebagai aspek penting dalam memenuhi tuntutan rantai pasok industri.

Pendampingan Yayasan Astra – YDBA kepada Bimuda tidak berhenti pada pemberian pelatihan. Pendekatan yang digunakan salah satunya adalah 10 Step Productivity, yang dirancang untuk meningkatkan kapabilitas UMKM/IKM secara sistematis dan berkelanjutan. Proses diawali dengan mengidentifikasi dan mengonfirmasi permasalahan yang dihadapi perusahaan, kemudian menganalisis kondisi perusahaan untuk menentukan area yang perlu diperbaiki. YDBA juga mendorong penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin ) serta safety assurance sebagai fondasi dalam membangun lingkungan kerja yang aman, tertata, dan produktif.

Bersama pendamping, PT Bimuda Karya Teknik menyusun rencana kegiatan dan menerapkan aktivitas Kaizen atau perbaikan secara terus-menerus. Setiap perbaikan kemudian dievaluasi untuk memastikan hasilnya memberikan dampak nyata terhadap produktivitas perusahaan. Pola ini membuat UMKM/IKM tidak hanya menerima solusi, tetapi juga belajar bagaimana mengidentifikasi masalah, menyusun langkah perbaikan, menjalankan solusi, dan mengevaluasi hasilnya secara mandiri.

Kisah PT Bimuda Karya Teknik memperlihatkan bahwa keberhasilan pembinaan tidak semata-mata diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi dari kemampuan perusahaan binaan untuk tumbuh dan berdiri secara mandiri. Yayasan Astra – YDBA membekali UMKM/IKM dengan pengetahuan, sistem, dan keterampilan agar mereka mampu menyelesaikan persoalannya sendiri serta terus melakukan perbaikan. Ketika UMKM/IKM semakin kuat, SDM semakin kompeten, dan perusahaan mampu memenuhi standar industri, maka manfaatnya turut dirasakan oleh ekosistem otomotif secara lebih luas.

Melalui pembinaan seperti yang dilakukan terhadap Bimuda, Yayasan Astra – YDBA menunjukkan bahwa penguatan industri otomotif dapat dimulai dari penguatan pelaku usaha di daerah. Dari Tegal, sebuah UMKM/IKM yang berawal dari keberanian seorang mantan bankir untuk beralih profesi kini mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri besar. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia usaha, pendamping, dan UMKM/IKM dapat melahirkan kemandirian sekaligus memperkuat rantai pasok nasional. Lebih dari sekadar membina perusahaan, Yayasan Astra – YDBA turut menyiapkan SDM unggul dan menanamkan budaya perbaikan berkelanjutan agar UMKM/IKM dapat terus naik kelas dan menjadi kekuatan penting bagi masa depan ekosistem otomotif Indonesia. Foto dan Teks: Ruht Semiono