Dalam beberapa tahun terakhir, bisnis Food & Beverage (F&B) menjadi salah satu pilihan paling populer bagi anak muda yang ingin memulai usaha. Tidak sedikit Gen Z dan milenial yang berani membuka kedai kopi kecil, booth minuman kekinian, bisnis dessert rumahan, hingga cloud kitchen. Fenomena ini bukan sekadar tren musiman. Ada alasan kuat kenapa bisnis F&B dianggap sebagai “jalan ninja” bagi anak muda yang ingin menghasilkan cuan, membangun brand sendiri, dan mengejar kebebasan finansial.
Berikut 7 alasan kenapa bisnis F&B makin jadi primadona di kalangan generasi muda.
1. Masuknya Relatif Mudah Dibanding Bisnis Lain
Salah satu alasan utama kenapa anak muda memilih terjun ke bisnis F&B adalah barrier to entry yang relatif rendah. Banyak jenis kuliner yang bisa dimulai dari modal kecil, bahkan dari dapur rumah sendiri.
Contohnya:
-
Jualan dessert box
-
Kopi literan
-
Rice bowl
-
Minuman kekinian
-
Snack viral
Dengan konsep yang tepat, packaging yang menarik, dan strategi marketing sederhana lewat media sosial, produk bisa langsung dikenal. Anak muda banyak yang memulai dari skala kecil, kemudian berkembang seiring meningkatnya pesanan.
2. Pasar F&B Selalu Ada: Semua Orang Butuh Makan!
Produk F&B memiliki kebutuhan dasar yang tidak akan hilang: semua orang butuh makan dan minum. Inilah yang membuat industri ini cenderung stabil, bahkan ketika ekonomi lesu.
Selain itu, preferensi masyarakat Indonesia terhadap kuliner baru, menu menarik, dan makanan viral membuat bisnis F&B punya banyak ruang inovasi. Setiap tahun selalu ada tren baru: boba, matcha, croffle, kopi susu gula aren, rice bowl express, ramen murah, dan lain-lain.
Bagi anak muda, ini adalah peluang besar untuk menciptakan produk yang berbeda atau mengikuti tren dengan cepat.
3. Media Sosial Mempermudah Promosi Tanpa Biaya Besar
Generasi muda sudah akrab dengan TikTok, Instagram, dan Twitter. Platform ini menjadi “senjata” yang efektif untuk mempromosikan bisnis F&B. Hanya dengan video singkat, behind the scene pembuatan menu, atau foto packaging estetik, sebuah brand bisa melejit.
Strategi marketing dari Gen Z biasanya mengutamakan:
-
storytelling
-
keunikan visual
-
vibe “homemade” yang jujur
-
proses masak yang satisfying
Semuanya bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan biaya promosi besar. Inilah keuntungan yang tidak dimiliki generasi sebelumnya: kemampuan marketing alami berkat social media.
4. Fleksibel: Bisa Dimulai dari Sampingan sampai Full-time
Tidak semua anak muda langsung berani resign untuk memulai usaha. Banyak yang memilih soft launching dengan modal kecil dan menjadikan usaha kuliner sebagai pekerjaan sampingan. Hasilnya? Mereka bisa menguji pasar tanpa tekanan berlebihan.
Bisnis F&B fleksibel karena bisa dijalankan dengan beberapa bentuk:
-
Pre-order
-
Sistem harian (open–close order)
-
Cloud kitchen tanpa dine-in
-
Jualan online di aplikasi delivery
-
Booth kecil di event
Model ini memungkinkan anak muda menjalankan usaha sesuai ritme hidup, jam kuliah, atau pekerjaan tetap. Ketika penjualan sudah stabil, barulah mereka naik kelas ke bisnis full-time.
5. Kreativitas Jadi Nilai Jual Utama
Generasi muda terkenal kreatif. Di bisnis F&B, kreativitas bukan sekadar nilai tambah, tetapi modal utama. Mulai dari menu, packaging, strategi konten, hingga konsep brand, semuanya bisa dikemas unik.
Contoh kreativitas yang sering viral:
-
nama menu yang lucu
-
packaging dengan desain doodle
-
konsep booth ala Jepang
-
menu fusion yang tidak biasa
-
storytelling receh tapi relate
Karena kreativitas lebih diutamakan daripada modal besar, banyak anak muda merasa cocok dengan industri ini. Mereka bisa mengekspresikan diri sekaligus mengembangkan bisnis.
6. Peluang Kolaborasi dan Komunitas Sangat Besar
Bisnis F&B berkembang pesat karena adanya komunitas kuliner, event, dan kolaborasi antar brand. Anak muda menyukai dunia yang penuh interaksi dan jejaring sosial—dan industri F&B menyediakan ruang itu secara luas.
Beberapa bentuk kolaborasi yang sering terjadi:
-
Kolab menu musiman dengan influencer
-
Buka pop-up bareng brand lain
-
Komunitas UMKM F&B di kota-kota
-
Workshop bisnis kuliner
-
Event bazaar anak muda
Melalui kolaborasi ini, brand bisa mendapatkan awareness lebih besar tanpa harus mengeluarkan biaya marketing besar. Selain itu, kolaborasi memberi pengalaman yang seru dan memperluas jaringan bisnis.
7. Peluang Scale-up Besar: Dari Rumahan Bisa Jadi Franchise
Bisnis F&B sangat memungkinkan berkembang pesat jika produk disukai pasar. Banyak brand besar hari ini dimulai dari dapur rumahan atau booth kecil di pinggir jalan. Dengan kualitas yang konsisten, manajemen yang baik, dan branding yang kuat, bisnis bisa naik level ke:
-
membuka outlet
-
membuka cabang
-
memulai sistem franchise
-
penetrasi ke marketplace makanan
-
menjadi brand lokal terkenal
Anak muda yang ambisius melihat hal ini sebagai motivasi besar. Mereka tidak hanya ingin berjualan, tetapi membangun brand F&B yang bisa tumbuh jangka panjang.
Bahkan hal-hal teknis seperti mempertimbangkan lokasi, peralatan, atau harga genset untuk memastikan operasional berjalan lancar dapat dipelajari dengan cepat berkat banyaknya informasi digital.
Benarkah F&B adalah Jalan Ninja yang Realistis bagi Anak Muda?
Bisnis F&B menjadi “jalan ninja” bagi anak muda bukan tanpa alasan. Industri ini menawarkan peluang besar, modal fleksibel, potensi cuan tinggi, dan ruang kreativitas tanpa batas. Dengan dukungan media sosial, komunitas, dan tren kuliner yang selalu berubah, generasi muda memiliki platform yang sempurna untuk membangun bisnis mereka sendiri.
Yang paling penting: keberanian untuk memulai, konsistensi, dan kemampuan membaca pasar.
Jika dilakukan dengan strategi yang tepat, bukan tidak mungkin brand kecil buatan anak muda hari ini akan menjadi nama besar di masa depan.



