SinarHarapan.id-Di tengah ketidakpastian ekonomi global, industri properti Indonesia justru menunjukkan denyut pemulihan. Ray White Indonesia bersama Loan Market Indonesia mengukuhkan posisi itu melalui malam penghargaan tahunan yang digelar meriah di Sheraton Grand Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Mengusung tema Rio Carnival, acara yang memasuki edisi ke-29 bagi Ray White dan ke-7 bagi Loan Market itu dihadiri lebih dari 400 pemasar, principal, serta perwakilan perbankan nasional. Hadir pula Direktur Ray White Indonesia, Johann Boyke Nurtanio, dan CEO Loan Market Indonesia, Sari Dewi.
Penghargaan tertinggi untuk kategori Kantor Terbaik tahun ini diberikan kepada Ray White Kelapa Gading. Sementara itu, Erwind Sie dari Ray White Bandung Mekar Wangi dinobatkan sebagai Marketing Eksekutif Terbaik.
Dari sisi jasa keuangan, Silvia Chandra & Vivi Susana Goentoro (Loan Market Harmoni) meraih gelar Top Kepala Sekolah, sedangkan Nina Ayu Ida Varida dari kantor yang sama dinobatkan sebagai Penasihat Pinjaman Terbaik.
Acara dimeriahkan penyanyi Marion Jola. Namun, yang paling ditunggu adalah pidato kunci Johann Boyke Nurtanio. Ia menekankan bahwa dinamika global bukanlah hambatan, melainkan peluang bagi yang konsisten.
“Kunci utamanya adalah tetap adaptif, memiliki ketajaman membaca peluang, dan konsisten memberikan hasil terbaik,” ujar Johann Boyke.
Sebelum malam puncak, para principal berkumpul dalam pertemuan tertutup di Chloe’s Bistro and Bar (9/4). Mereka membahas strategi bisnis ke depan, termasuk ekspansi kantor baru seperti Ray White Bandung Mekar Wangi, Central Paskal, Metro Paskok Indah, dan Sentul City.
Dukungan terhadap pemulihan sektor properti juga datang dari mitra perbankan: Bank Central Asia, Bank Jakarta, Panin Bank, OCBC, Maybank, CIMB Niaga, dan KB Bank.
Menurut data internal Ray White, peningkatan permintaan properti komersial dan residensial didorong stabilitas makroekonomi Indonesia, inflasi terkendali, serta kepercayaan konsumen yang naik.
Malam penghargaan itu bukan sekadar pesta. Ia menjadi penanda bahwa di tengah guncangan global, industri properti dan keuangan nasional tetap bisa beradaptasi, tumbuh, dan merayakan keunggulan bersama.


