Efisiensi harganya mencapai angka fantastis. Berdasarkan data internal Rumah123, aset lelang rata-rata dijual 56,8 persen lebih murah dibandingkan harga pasar reguler. Bahkan untuk tipe properti tertentu, seperti gudang, efisiensi bisa melonjak hingga 79,6 persen.
Sebagai gambaran, rumah tapak yang di pasar reguler dibanderol Rp1,75 miliar, di aset lelang hanya Rp729 juta. Ruko dengan harga pasar Rp3,17 miliar tersedia Rp1,20 miliar. Gudang dari Rp2,8 miliar menjadi hanya Rp572 juta.
Kolaborasi ini lahir dari perubahan perilaku konsumen yang semakin selektif. Wasudewan, CEO Rumah123, menjelaskan bahwa masyarakat kini sangat sensitif terhadap harga, terutama di segmen properti Rp1–3 miliar. “Rumah123 memastikan 1.200 aset strategis dari BSI tidak hanya tersedia, tetapi juga terserap optimal oleh audiens yang tepat. Kami kini melengkapi ekosistem dengan aset lelang – bukan hanya rumah tapak, tetapi juga apartemen hingga komersial,” ujarnya melalui keterangan tertulis.
Immadha Handy Kusuma, Retail Collection, Restructuring & Recovery Group Head BSI, menegaskan bahwa setiap aset telah melalui verifikasi ketat. “Setiap pembeli akan menerima Risalah Lelang yang memiliki kekuatan hukum setara dengan Akta Jual Beli (AJB),” ungkapnya. Hal ini sekaligus melunturkan stigma masyarakat bahwa proses lelang rumit dan berisiko.
Lebih jauh, Rumah123 juga menyediakan panduan edukatif agar masyarakat bisa mengambil keputusan dengan percaya diri.
Dengan integrasi ini, ekosistem properti syariah digital di Indonesia semakin matang. Aset lelang tidak lagi dipandang sebagai opsi alternatif yang dihindari, melainkan solusi kredibel, efisien, dan sangat relevan bagi mereka yang ingin memiliki hunian atau investasi di tengah tekanan daya beli.