Ekonomi

Produk SMESCO Gunakan PERURI Smart Card | RFID Blockchain untuk Jamin Keaslian Ekspor ke Portugal dan Belanda

×

Produk SMESCO Gunakan PERURI Smart Card | RFID Blockchain untuk Jamin Keaslian Ekspor ke Portugal dan Belanda

Sebarkan artikel ini

SMESCO bersama INA Trading resmi menerapkan teknologi PERURI Smart Card, RFID Blockchain untuk produk UMKM binaan yang akan diekspor ke pasar Eropa, khususnya Portugal dan Belanda.

Penyerahan secara simbolis produk SMESCO yang dilengkapi PERURI Smart Card | RFID Blockchain untuk dikirim ke Portugal.

Sinar Harapan.ID – Produk Indonesia dikenal memiliki kualitas tinggi dan karya unggulan yang mampu bersaing di pasar global. Namun, maraknya pemalsuan dan peniruan produk oleh pihak dalam maupun luar negeri menjadi tantangan serius bagi pelaku usaha nasional, khususnya sektor UMKM.

Potensi kerugian tersebut dinilai sangat besar mengingat jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai sekitar 65,5 juta unit usaha. Dari jumlah itu, sekitar 103 ribu UMKM tercatat berada dalam ekosistem SMESCO.

Sebagai langkah antisipasi, SMESCO bersama INA Trading resmi menerapkan teknologi PERURI Smart Card | RFID Blockchain untuk produk UMKM binaan yang akan diekspor ke pasar Eropa, khususnya Portugal dan Belanda.

Peluncuran dilakukan dalam ajang INABUYER B2B2G Expo 2026 yang berlangsung pada 5–7 Mei 2026 di Gedung SMESCO, Jakarta.

Demo penggunaan INA Trading apps dengan cara memindai produk tas yang dilengkapi PERURI Smart Card | RFID Blockchain.

Dalam acara tersebut, SMESCO dan INA Trading meresmikan penggunaan aplikasi mobile INA Trading yang telah dilengkapi fitur RFID Blockchain. Teknologi ini digunakan untuk mendukung proses kurasi dan digitalisasi Data Product Passport bagi produk-produk UMKM yang dipilih untuk ekspor ke Portugal dan Belanda.

INA Trading bersama Kementerian UMKM dan SMESCO melakukan kurasi terhadap sejumlah produk unggulan seperti dompet, tas, sepatu, dan scarf dari merek Miumosa dan Mamnich yang diminati pasar Eropa.

Setelah lolos kurasi, produk-produk tersebut dilengkapi teknologi RFID (Radio Frequency Identification) yang disematkan di dalam produk. RFID ini terhubung dengan sistem blockchain sehingga setiap produk memiliki Data Digital Passport yang memuat informasi lengkap mengenai siklus hidup produk, bahan baku, sertifikat, jejak karbon, token digital, informasi deforestasi, hingga koordinat geolokasi.

Melalui teknologi tersebut, pembeli di Casa Da Indonesia di Porto, Portugal, dapat memastikan keaslian produk Indonesia hanya dengan memindai produk menggunakan aplikasi INA Trading. Hasil pemindaian akan menampilkan Data Digital Passport dan Token ID yang tercatat dalam ekosistem blockchain.

Penerapan RFID Blockchain ini juga menjadi bagian dari persiapan UMKM Indonesia menghadapi berbagai regulasi Uni Eropa yang mulai diterapkan menuju 2030, di antaranya Digital Product Passport, Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM), dan EU Deforestation Regulation.

Uni Eropa sendiri mulai mengembangkan sistem blockchain untuk aktivitas ekspor-impor melalui European Blockchain Services Infrastructure (EBSI) yang mendukung sistem pelacakan dan autentikasi logistik lintas negara.

Karena itu, SMESCO sebagai lembaga pemerintah yang berfokus pada kurasi, pengembangan produk, dan promosi UMKM memastikan produk yang dikurasi bersama INA Trading telah memenuhi standar ekspor internasional.

“Teknologi RFID yang dikembangkan oleh PERURI Smart Card dapat memuat berbagai macam data yang dibutuhkan eksportir dan importir. Selain itu, teknologi ini terintegrasi dengan blockchain sehingga setiap produk yang menggunakan RFID mempunyai Token ID dan TX Hash menjadi Data Product Passport yang dibutuhkan regulator European Blockchain Services Infrastructure di Eropa,” ujar Muchrizal, Direktur PERURI Smart Card dalam acara INABUYER B2B2G 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting, menyerahkan secara simbolis produk SMESCO yang telah dilengkapi teknologi RFID Blockchain dari PERURI Smart Card kepada Muchrizal untuk dikirim ke Casa Da Indonesia di Porto, Portugal.

Produk-produk Indonesia yang dipasarkan di Casa Da Indonesia nantinya juga dapat dibeli menggunakan cryptocurrency melalui mesin EDC VISA yang terhubung dengan ekosistem European Blockchain Services Infrastructure.

Pada sesi demonstrasi, Direktur PUNDI dan INA Trading, Amiranto Adi Wibowo, memperagakan penggunaan aplikasi mobile INA Trading dengan memindai produk SMESCO untuk menampilkan Data Product Passport, mulai dari informasi bahan baku, sertifikat, jejak karbon, geolokasi, hingga Token ID dan TX Hash blockchain.

“Agar dapat memasuki pasar Uni Eropa secara kompetitif, produk Indonesia wajib memenuhi berbagai regulasi utama seperti Digital Product Passport di bawah regulasi Ecodesign for Sustainable Products Regulation (ESPR) yang berlaku sejak 18 Juli 2024 dan diimplementasikan bertahap hingga 2030,” ujar Amiranto.

Ia menambahkan, regulasi lain seperti EU Deforestation Regulation dan Corporate Sustainability Due Diligence Directive (CSDDD) juga mewajibkan adanya transparansi rantai pasok, identitas produk digital, dan sistem keterlacakan menyeluruh.

“Seluruh regulasi ini mensyaratkan identitas produk digital, keterlacakan end-to-end, serta standar identifikasi produk global agar produk dapat diterima dan beredar di pasar Eropa,” lanjut Amiranto yang juga CEO PUNDI Group.

Pengembangan sistem jaminan keaslian produk ekspor Indonesia melalui aplikasi INA Trading dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, di antaranya PERURI Smart Card, PERURI Digital Security, PUNDI Group, EQBR Korea, Kementerian UMKM, SMESCO, BLOCKTOGO, Indonesia In Your Hand (Eropa), dan Mindsground.

Melalui kolaborasi tersebut, SMESCO dan INA Trading menargetkan nilai ekspor produk UMKM mencapai Rp1,5 miliar sepanjang 2026.

Untuk mencapai target tersebut, teknologi blockchain dijadikan tulang punggung utama dalam sistem pelacakan rantai pasok dan Digital Product Passport berbasis RFID yang memuat data siklus hidup produk, bahan baku, serta jejak karbon.