Internasional

Asia-Pasifik dan Arah Pembangunan Dunia

×

Asia-Pasifik dan Arah Pembangunan Dunia

Sebarkan artikel ini

Duta Besar RI untuk Thailand dan UNESCAP, Hari Prabowo memimpin delegasi Indonesia dalam Sidang Komisi ke-82 UNESCAP di Bangkok, 20 April 2026.

Sinar Harapan ID – Di tengah dinamika global yang terus berubah, kawasan Asia-Pasifik dinilai perlu mengambil peran lebih besar dalam menentukan arah pembangunan dunia ke depan. Indonesia, melalui keterlibatan aktifnya di forum regional, mendorong agar kawasan ini tidak hanya menjadi motor pertumbuhan, tetapi juga penunjuk arah bagi agenda pembangunan global.

Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Thailand dan UNESCAP, Hari Prabowo, saat memimpin delegasi Indonesia dalam Sidang Komisi ke-82 UNESCAP di Bangkok, 20 April 2026.

Dalam forum tersebut, Indonesia menekankan bahwa upaya mencapai target Agenda 2030 untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) harus berjalan seiring dengan perumusan arah pembangunan setelah 2030. Dunia, menurut Indonesia, tidak bisa berhenti pada target yang sudah ada, melainkan perlu menyiapkan langkah lanjutan yang lebih relevan dan adaptif terhadap tantangan baru.

“Sudah saatnya kita mulai memikirkan keberlanjutan agenda pembangunan setelah 2030,” ujar Hari Prabowo. Ia menekankan bahwa agenda baru itu harus tetap inklusif, mampu menjawab perubahan global, serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menjaga Prinsip Inklusivitas

Bagi Indonesia, pembangunan tidak boleh meninggalkan siapa pun. Prinsip leaving no one behind harus menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan. Komitmen tersebut, menurut Hari, tidak cukup berhenti pada retorika, tetapi harus hadir dalam kebijakan yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Pendekatan inklusif ini menjadi semakin penting mengingat kesenjangan pembangunan di kawasan Asia-Pasifik masih cukup beragam. Di satu sisi, kawasan ini tumbuh pesat sebagai pusat ekonomi dunia. Namun di sisi lain, masih terdapat kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya merasakan manfaat pembangunan.

Kolaborasi Lintas Generasi dan Negara

Indonesia juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas generasi dan lintas negara. Tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga ketimpangan sosial, tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.

Semangat solidaritas, baik antarnegara maupun antargenerasi, dinilai menjadi kunci untuk memastikan pembangunan berjalan adil. Generasi muda, kelompok usia produktif, hingga lansia perlu dilibatkan dalam proses pembangunan yang berkelanjutan.

Tema Sidang Komisi UNESCAP tahun ini, “Leaving no one behind: advancing a society for all ages in Asia and the Pacific,” mencerminkan urgensi tersebut. Pembangunan tidak lagi berfokus pada satu kelompok, melainkan harus merangkul seluruh siklus kehidupan manusia.

Komitmen Indonesia di Tingkat Global

Partisipasi aktif Indonesia dalam forum ini menunjukkan komitmen untuk memperkuat kerja sama multilateral. Indonesia memandang bahwa tantangan global hanya dapat dihadapi melalui kolaborasi yang erat antarnegara.

Lebih dari itu, Indonesia ingin memastikan bahwa kawasan Asia-Pasifik tetap menjadi pilar penting dalam menciptakan dunia yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan posisi strategisnya, Asia-Pasifik tidak hanya diharapkan menjadi pusat pertumbuhan, tetapi juga menjadi kompas yang menuntun arah pembangunan global di masa depan.