SinarHarapan.id-Program pembangunan keluarga kembali mendapat ruang penting melalui Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja yang berlangsung pada Kamis, 23 Oktober 2025 di GMHAK Tounelet, Desa Tounelet,Kecamatan Kakas, Minahasa, Sulawesi Utara.
Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor yang menguatkan arah pembangunan keluarga di Sulawesi Utara.
Turut hadir Felly Estelita Runtuwene, S.E, Ketua Komisi IX DPR RI yang menjadi mitra utama program, Lady D. Ante, M.Pd., MAP selaku Sekban Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, serta Laurine Manarisip, S.E selaku Sekretaris DPPKB Kabupaten Minahasa.
Kemendukbangga/BKKBN menegaskan komitmennya memperkuat layanan, memperluas edukasi, dan memastikan program Bangga Kencana tetap relevan dengan kebutuhan keluarga di daerah.
Dalam pemaparannya, Lady D Ante menyampaikan perkembangan signifikan terkait penanganan stunting nasional. Data tahun 2024 menunjukkan penurunan prevalensi stunting nasional menjadi 19,8%. Sebuah capaian yang mencerminkan kerja bersama yang semakin padu.
Namun, Sulawesi Utara mencatat angka 20,8%, masih berada sedikit di atas rata-rata nasional. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kerja kolaboratif harus semakin kuat.
Sementara itu, Lady D.Ante M.Pd, MAP menegaskan bahwa target nasional sebesar 14% di tahun 2024 memerlukan upaya intensif, menyeluruh, dan konsisten.
“Meskipun data tersebut berada di atas angka nasional, kita tetap membutuhkan kerja ekstra bersama untuk mencapai target nasional. Setiap informasi yang terserap oleh keluarga berisiko adalah langkah penting menuju perubahan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat, untuk turut aktif memerangi stunting melalui edukasi, pendampingan, dan keterlibatan langsung dalam komunitas.
Baca juga : BKKBN Gencar Sosialisasi Program Bangga Kencana di Sidoarjo
Kegiatan Fasilitasi Teknis ini tidak hanya menghadirkan sosialisasi, tetapi juga membuka ruang dialog interaktif. Warga diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan, menyuarakan kegelisahan, sekaligus mendapatkan jawaban langsung dari para narasumber.
Atmosfer kegiatan berjalan hangat, penuh diskusi bermakna, dan menegaskan bahwa pembangunan keluarga bukan sekadar program, tetapi komitmen kolektif untuk masa depan generasi.
Program Bangga Kencana di Minahasa hari itu bukan hanya agenda rutin, tetapi momentum yang mengajak seluruh pihak melihat bahwa keluarga adalah pusat pembangunan bangsa.
Dari data, dialog, hingga aksi nyata, semua mengarah pada tujuan yang sama: mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan.
Semoga kolaborasi ini terus menyalakan harapan yang menggerakkan langkah, memperkuat keluarga, dan merawat masa depan bangsa dengan penuh cinta dan tanggung jawab.


