Ekonomi

Strategi Efisiensi dan Divestasi Dorong Laba Indocement Tumbuh 12%

×

Strategi Efisiensi dan Divestasi Dorong Laba Indocement Tumbuh 12%

Sebarkan artikel ini
Dari Biomassa hingga Akuisisi Terminal, Ini Jurus Indocement Bertahan di Tengah Tekanan.(Doc)
Dari Biomassa hingga Akuisisi Terminal, Ini Jurus Indocement Bertahan di Tengah Tekanan.(Doc)

SinarHarapan.id-PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk berhasil mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp2,25 triliun pada 2025, tumbuh 12 persen dibanding tahun sebelumnya. Capaian positif ini diraih di tengah pelemahan pasar semen domestik yang terkontraksi 2,2 persen akibat penurunan anggaran infrastruktur pemerintah.

Berdasarkan laporan kinerja tahun buku 2025 yang dirilis perseroan, total volume penjualan semen dan klinker mencapai 19,94 juta ton, turun 2,7 persen dibanding 2024. Penjualan domestik tercatat turun 3,9 persen, namun ekspor justru melonjak signifikan sebesar 73,9 persen menjadi 551 ribu ton.

Meskipun pendapatan neto turun 4,4 persen menjadi Rp17.731 miliar, laba usaha perseroan justru meningkat 13,1 persen menjadi Rp2.706 miliar. Peningkatan ini didorong oleh keuntungan divestasi sebesar Rp670 miliar dari pembentukan usaha patungan di bisnis mortar serta efisiensi beban usaha yang turun 1,1 persen.

Manajemen Indocement menjelaskan bahwa penurunan permintaan domestik terutama terjadi pada segmen semen curah yang turun sekitar 10,9 persen, sejalan dengan berkurangnya proyek-proyek infrastruktur pemerintah sepanjang 2025. Sementara itu, pasar semen kantong masih mencatat pertumbuhan tipis 0,5 persen.

Kas Rp5,9 Triliun Siap Digelontorkan, Indocement Optimistis Sambut 2026.(Doc)
Kas Rp5,9 Triliun Siap Digelontorkan, Indocement Optimistis Sambut 2026.(Doc)

Sepanjang 2025, Indocement mencatat sejumlah pencapaian strategis. Fasilitas pengumpan biomassa berkapasitas 40 ton per jam di Kompleks Pabrik Grobogan mulai beroperasi pada Agustus. Perseroan juga mengakuisisi dua terminal semen milik Semen Bosowa, yakni Terminal Siawung di Sulawesi Selatan dan Terminal Lombok di Nusa Tenggara Barat. Selain itu, perjanjian sewa pakai operasi pabrik dan kuari Maros diperpanjang dua tahun hingga September 2026.

Dari sisi keberlanjutan, pemakaian bahan bakar alternatif meningkat signifikan dari 21,4 persen pada 2024 menjadi 29 persen pada 2025. Emisi CO₂ cakupan 1 berhasil diturunkan dari 533 kg menjadi 512 kg per ton ekuivalen semen.

Posisi keuangan perseroan pun tetap kokoh dengan kas dan setara kas mencapai Rp5,9 triliun per 31 Desember 2025. Total aset tumbuh 4,3 persen menjadi Rp31.725 miliar, sementara ekuitas meningkat 4,9 persen menjadi Rp23.203 miliar.

Ke depan, Indocement mengaku akan tetap menerapkan pendekatan hati-hati terhadap biaya. Dampak musim hujan dan libur Idulfitri diperkirakan hanya mempengaruhi kinerja kuartal I 2026. Memasuki kuartal II, faktor musim kering dan peningkatan belanja konstruksi diharapkan dapat menopang pertumbuhan permintaan semen.

Namun, ketidakpastian geopolitik masih menjadi risiko, terutama terhadap kenaikan harga batu bara dan bahan bakar. Disiplin pengendalian biaya dan optimalisasi pemakaian bahan bakar alternatif kembali menjadi kunci bagi produsen semen untuk mempertahankan kinerja di tengah dinamika industri yang masih penuh tantangan.