Foto: Ilustrasi.

StockReview.id – PT Sariguna Primatirta Tbk (Tanobel Group) emiten produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bagian dari Tanobel Group (CLEO) menyetujui membagikan dividen kepada pemegang saham dengan total lebih dari Rp60 miliar.

Melisa Patricia, CEO dari CLEO dalam paparan publik usai RUPST secara virtual Kamis (30/5) menyampaikan, RUPS  memutuskan bagikan dividen sekitar 20% dari total laba bersih 2023.

Pada tahun 2023 CLEO berhasil mencatatkan kenaikan penjualan bersih sebesar 24,85% menjadi Rp2,09 triliun dari penjualan bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,67 triliun.

“Pembagian dividen ini merupakan bagian dari penghargaan dari Perseroan terhadap para pemegang saham yang telah berkenan menginvestasikan dananya pada saham CLEO. Berkat partisipasi dan kepercayaan para pemegang saham, CLEO dapat terus tumbuh berkembang secara berkesinambungan. Kami pastikan, pembagian sebagian laba bersih sebagai dividen ini tidak akan menghalangi kegiatan ekspansi yang terus gencar dilaksanakan,” jelas  Melisa.

Melisa memaparkan, dalam rangka terus memperluas jangkauan kepada  para pelanggan sekaligus semakin mempersolid kerja tim distribusi, CLEO telah melakukan integrasi vertikal atas supply chain bisnis distribusi yang selama ini dijalankan PT Sentralsari Primasentosa (PT SPS). Integrasi vertikal ini diharapkan akan semakin meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dari tim distribusi.

Selain itu, tahun ini CLEO akan melebarkan ekspansi di beberapa wilayah di Indonesia, diantaranya dengan membuka tiga pabrik baru, masing-masing ada di Pontianak, Pekanbaru, dan Palu. Dengan demikian, pada akhir 2024 total pabrik milik Perseroan yang beroperasi akan menjadi 35 pabrik. Untuk keperluan ekspansi tersebut, Perseroan telah menganggarkan belanja modal (capex) tahun 2024 sebesar Rp450 miliar.

Sejauh ini,  di tahun 2024 perseroan terus menunjukkan kinerja yang positif. Pada kuartal pertama 2024 ini, penjualan bersih Perseroan meningkat 38% YoY, dari Rp455,4 miliar menjadi Rp 626,5 miliar. Sementara laba bersih juga tumbuh signifikan sebesar 92% YoY dari Rp59,9 miliar menjadi Rp115,3 miliar.